Nicky Hayden, Impian Besar, dan Sosok Teramah di Paddock

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 23 Mei 2017, 10:05 WIB
Mantan pebalap dan juara dunia MotoGP, Nicky Hayden. (Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Nicky Hayden sangat mengetahui prioritas dalam hidupnya. Pria kelahiran Owensboro, Kentucky, Amerika Serikat tersebut, menuliskannya secara ringkas di biografi twitternya. “Motor dan Keluarga.”

Ya, balap motor dan keluarga tak dapat dipisahkan dari cerita kehidupan sang Kentucky Kid. Hayden benar-benar lahir di tengah-tengah keluarga yang menggilai balap motor.

Advertisement

Sang ayah, Earl, dan ibunya, Rose, adalah pebalap. Earl merupakan pebalap dirt track selama hampir 20 tahun dan mengukir beberapa prestasi apik di kompetisi balap motor level menengah, sedangkan Rose mendominasi balapan kelas wanita bertajuk “Powder Puff” selama lima tahun.

Kelima putra-putri mereka, Tommy, Jennifer, Nicky, Roger, dan Kathleen, semuanya belajar mengendarai motor sejah masih bocah, tak lama setelah bisa berjalan kaki. Jenifer dan Kathleen pada akhirnya memilih meniti karier di bidang lain. Namun, seluruh anak laki-laki di keluarga Hayden mantap berkarier sebagai pebalap profesional.

Nicky Hayden dan saudara-saudaranya hampir setiap hari menghabiskan empat jam untuk menggeber motor di sirkuit pribadi mereka sejak berusia tiga tahun. Setahun berselang, Nicky Hayden telah mengawali karier di Paducah International Raceway. Sejak saat itu, Hayden rutin mengikuti kejuaraan dirt track dan menghabiskan hampir setiap akhir pekan berkeliling di area American Widwest bersama keluarganya.

Hayden dengan cepat promosi ke balapan minibike, kemudian ke level 125s. Saat menginjak 16 tahun pada musim 1997, dia terjun sebagai pebalap profesional di AMA 750 dan kelas Supersport 600. Dia kemudian menjadi juara termuda di AMA 600 Supersport dan dipromosikan ke AMA Superbike dengan motor pabrikan pada 2000.

Setelah finis kedua pada 2000, dan ketiga pada 2001, Hayden akhirnya menjadi juara termuda di ajang AMA Superbike pada 2002. Semusim berselang, Hayden promosi langsung ke Kejuaraan Dunia, bergabung dengan tim Honda MotoGP menjadi rekan setim Rossi. Enam tahun berselang, Hayden berada di puncak dunia.

“Saya tumbuh bersama motor. Motor lebih dari sekadar pekerjaan bagi kami. Itu sebuah jalan hidup. Saat saya masih bocah, saya tak pernah ingin menjadi pemadam kebakaran atau yang lainnya. Saya hanya ingin jadi juara dunia,” kata Nicky Hayden pada 2013, seperti dilansir BBC, Selasa (23/5/2017).

“Ide tumbuh menjadi juara dunia, tampaknya sangat jauh. Tapi itu adalah mimpi besar dan mimpi yang menjadi kenyataan.”

Hampir 20 tahun kemudian, impian Hayden kecil benar-benar terwujud. Hayden berhasil merebut titel juara dunia pada MotoGP 2006 dengan mengalahkan ikon balap motor dunia, Valentino Rossi. Gelar tersebut sangat mengesankan karena dipastikan pada balapan pamungkas musim, di MotoGP Valencia.

Kunci Kemenangan Hayden tak lain karena konsistensi. Dia hanya menang dua kali di Assen dan Laguna Secca, lebih sedikit dibanding rival-rival utamanya, Rossi (5), Loris Capirossi (3), dan Marco Melandri (3). Namun, dia mendulang paling banyak poin berkat keberhasilan sembilan kali naik podium dalam 11 balapan pertama.

“Ketika saya memenangi titel (MotoGP 2016), saya pergi ke pit box sebelum pemberian piala. Di sana ada banner bertuliskan, ‘Nicky Hayden, Juara Dunia’. Saya kehilangan kata-kata,” kenang Nicky Hayden tentang momen manis pada 2006.

2 dari 2 halaman

Ramah di Paddock

Nicky Hayden (kanan) dan Valentino Rossi dikenal berteman cukup dekat. (AP Photo/Vincent Thian)

Bukan hanya perkasa di lintasan, Hayden juga sosok yang berpengaruh di luar lintasan, terutama di paddock. Berbekal wajah yang penuh senyum, Hayden dikenal sebagai pebalap yang ramah dan memesona.

“Dia tak pernah berubah, sejak pertama saya bertemu dengannya pada usia 17 tahun hingga menjadi juara dunia,” kata mantan komentator BBC, Steve Parrish.

Mantan rekan setimnya, Rossi, bahkan menyebut Hayden sebagai salah satu teman terbaiknya di dunia balap motor. The Doctor juga masih mengingat momen saat Hayden meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2006.

“Dia sangat santai. Dia menjalani tahun yang luar biasa ketika jadi juara dunia. Saya tak pernah melihat seseorang yang lebih riang daripada dia saat memenangi titel,” kenang Rossi.

“Sang ayah menuju ke bagian belakang motornya (Hayden). Mereka berdua menangis. Itu momen yang tentang Nicky yang akan selalu saya ingat. Dia meraih titel terhebat di balap motor.”

“Saya tak pernah mendengar seorang pun mengucapkan kata-kata buruk tentang dia (Hayden), yang sangat tak biasa dalam dunia balap motor. Sebagian besar pebalap pada suatu waktu pasti pernah berperang kata dengan pebalapl lain. Itulah balap motor,” sambung Valentino Rossi.

Bukan hanya ramah di paddocok, Hayden selalu all out di lintasan. Mantan pebalap MotoGP, James Toseland, bahkan menyebut tak ada orang lain yang lebih baik di balap motor ketimbang Hayden, yang identik dengan nomor motor 69.

“Dia mendapat respek sepenuhnya dari saya. Dia selalu menjadi orang yang pertama di trek pada setiap tes dan menjadi orang terakhir di lintasan,” kata Toseland.

“Dia pria dengan dedikasi tinggi, gairah, dan motivasi, dan selalu rendah hati, bahkan setelah menjadi juara dunia. Itu semua tak pernah mengubahnya sedikitpun.”

Pebalap berjuluk Kentucky Kid tersebut meninggalkan MotoGP pada akhir musim 2015 untuk bergabung dengan Honda di ajang World Superbike, dan membalap di Italia pada akhir pekan sebelum mengalami kecelakaan.

Menjelang musim 2017, Hayden mematok target untuk menjadi pebalap pertama yang mengawinkan titel MotoGP dan Superbike. Namun, dia malah membukukan start lambat setelah hanya menempati posisi ke-13 setelah melahap lima seri. Finis terbaiknya adalah di posisi ketujuh di Thailand.

Tahun lalu, Hayden bertunangan dengan kekasihnya, aktris Jackie Marin. Sang tunangan setia menemaninya di rumah sakit, bersama Rose dan Tommy.

Ya, enam hari lalu, Rabu (17/5/2017), Nicky Hayden dilarikan ke rumah sakit setelah tertabrak mobil saat bersepeda di dekat Sirkuit Misano, Italia. Tim medis telah bekerja keras membantu pemulihan Hayden yang mengalami kerusakan otak, serta luka di dada, dan tulang pelvis. Dukungan dan doa juga mengalir dari teman, para pebalap MotoGP, para atlet dari berbagai bidang, hingga jutaan fansnya.

Sayangnya suratan takdir berkata lain. Sang Kentucky Kids tak mampu bertahan. Hayden akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin (22/5/2017) , di Rumah Sakit Maurizio Bufailini. Keluarga, sahabat, dan fans Hayden berduka. Dunia balap motor pun kehilangan salah satu pebalap terbaiknya.

Selamat jalan Nicky Hayden...

 

Berita Terkait