4 Pelatih Asing Berminat Melatih Persebaya

oleh Abdi Satria diperbarui 24 Mei 2017, 05:45 WIB
Mantan pelatih PS TNI, Laurent Hatton, menyatakan minat melatih Persebaya. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Surabaya - Hanya sehari pasca pemecatan Iwan Setiawan dari kursi panas pelatih kepala Persebaya Surabaya, empat pelatih asing menyatakan minat untuk menangani klub Liga 2 itu. Mereka adalah Misha Radovic (Serbia), Stefan Hansson (Swedia), Laurent Hatton (Prancis), dan Carlos de Mello (Brasil).

Keempat pelatih ini punya pengalaman melatih di Indonesia. Misha Radovic, misalnya. Pelatih berusia 55 ini pernah menangani Pelita Jaya dan Persisam Putra Samarinda.

"Saya siap menghadapi tekanan dari bonek yang menginginkan Persebaya promosi ke Liga 1," ujar Misha yang menghubungi Bola.com, Selasa (23/5/2017).

Saat ini, Misha yang berlisensi A-Pro UEFA itu menetap di Australia. Sementara Hatton, yang baru saja diputus kontraknya oleh PS TNI, juga punya minat sama. Pelatih asal Prancis ini mengaku penasaran dengan atmosfer sepak bola Indonesia. 

Ketika melatih PS TNI, The Army tidak pernah menelan kekalahan di Liga 1 2017 plus dua kali menang. Saat ini, Hatton masih berada di Jakarta. "Saya mendengar Persebaya baru saja memutus kontrak pelatihnya. Siapa tahu saya bisa ke sana," katanya.

Advertisement

Hal senada dikatakan Hansson yang memutuskan meninggalkan Persema Malang karena ingin mencari tantangan baru. Di Persema, Hansson membawa klub Malang itu mencetak tiga kemenangan dan sekali kalah pada Grup D Zona Jawa Timur.

"Persebaya adalah klub besar meski saat ini berlaga di Liga 2. Wajar kalau banyak pelatih berminat menangani klub itu," kata Hansson, yang pernah menangani Mitra Kukar dan Persela Lamongan dan memegang lisensi A-Pro UEFA seperti halnya Hatton serta Misha.

Yang terakhir adalah Carlos de Mello yang saat ini bersatus pelatih aktif dengan menjabat sebagai pelatih PSGC Ciamis, klub Liga 2. Bagi bonek, Carlos bukan sosok asing. Salah satu gelandang yang pernah beredar di Indonesia pernah membawa Persebaya juara Liga Indonesia musim 1996-1997.

"Saya punya kenangan manis bersama Persebaya. Kalau Persebaya meminta saya menangani mereka, saya tentu sulit untuk menolak," kata Carlos yang sudah mengantongi lisensi kepelatihan A-Pro CBF.