Mantan Presiden FIFA Tolak Terima Nobel Perdamaian

oleh Tyo Harsono diperbarui 19 Jun 2017, 21:07 WIB
Presiden FIFA, Sepp Blatter saat konferensi pers di markas FIFA di Zurich, Swiss (20/7/2015). FIFA akan memilih presiden baru, menggantikan Sepp Blatter, saat Kongres khusus yang akan digelar pada 26 Februari di Zurich.(REUTERS/Arnd Wiegmann)

Bola.com, Zurich - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, menolak penghargaan Nobel Perdamaian. Blatter mengatakan, sebaiknya penghargaan tersebut diberikan kepada FIFA. 

Advertisement

Sepp Blatter menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 1998 hingga 2015. Selama periode tersebut, Blatter terpilih kembali sebanyak empat kali.

Blatter berusaha menjadikan sepak bola sebagai alat perdamaian di negara-negara Asia dan Afrika sejak ditunjuk menjadi Presiden FIFA. Ternyata, hal tersebut tak luput dari pemantauan pihak yang memberikan Nobel Perdamaian.

Atas usaha Blatter tersebut, pria 81 tahun itu mendapat tawaran untuk menerima Nobel Perdamaian. Namun, Blatter mengaku menolak tawaran tersebut.

"Saya sempat bertemu dengan penyelenggara Nobel Perdamaian. Namun, saat itu saya meminta mereka untuk memberikan penghargaan tersebut bukan untuk saya, melainkan FIFA secara keseluruhan," ujar Blatter kepada Guardian.

Meski memiliki rekam baik untuk aksi perdamaian, kepemimpinan Blatter ternoda skandal korupsi yang dia lakukan sewaktu menjadi Presiden FIFA. Hal itu membuat Blatter dihukum tidak boleh terlibat dalam dunia sepak bola selama delapan tahun.

Sumber: Four Four Two

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini

Berita Terkait