Persegres Terpuruk, Hanafi Didampingi Asisten Pelatih Baru

oleh Zaidan NazarulLiputan6.com diperbarui 21 Jul 2017, 23:29 WIB
Manajemen Persegres Gresik United menunjuk Khusaeri sebagai asisten pelatih. (Liputan6.com/Dimas Angga P)

Gresik - Jebloknya prestasi Persegres Gresik United di putaran pertama kompetisi Liga 1 2017 membuat manajemen klub bereaksi. Mereka mendatangkan sosok asisten pelatih baru.

Sosok yang dipilih adalah mantan kapten tim Petrokimia Putra, Khusaeri. Eks pemain Timnas Indonesia pra Olimpiade 1992 itu dipercaya ikut menangan Persegres di sisa laga dengan target terhindar dari degradasi. Dan dipastikan asisten pelatih Suwandi HS sudah tidak tergabung dalam tim berjulukan Laskar Joko Samudro. 

Advertisement

Saat ini, tim berjulukan Laskar Kebo Giras itu masih nangkring di peringkat 15 klasemen dengan 6 poin.

"Pak Hanafi tidak dipecat, namun posisinya masih aman. Penambahan ini setelah manajemen melakukan rapat dan evaluasi dari hasil pertandingan yang dilakoni Persegres. Intinya, dengan masuknya Khusaeri untuk mendongkrak tim agar terhindar dari degradasi," ujar Media Officer Persegres Sahlul Fahmi kepada Liputan6.com, Jumat (21/7/2017).

Manajemen berharap dengan dipilihnya Khusaeri, prestasi Persegres bisa lebih moncer di putaran kedua Liga 1 2017. Kendati baru berlisensi C AFC, nama Khusaeri tidak asing lagi bagi pecinta bola Gresik. Pemain asli Gresik itu pernah membawa Petrokimia Putra juara Ligina (Liga Indonesia) musim 2001-2002.

Selain itu, pemain yang pernah berposisi bek itu juga pernah membawa Persegres masuk ke babak enam besar kompetisi perserikatan musim 1991-1992. Sebagai asisten pelatih, Khusaeri belum memiliki lisensi A AFC.

Padahal, di jajaran pelatih Persegres Gresik United, ada nama Puji Handoko yang sudah memiliki lisensi B AFC. "Pertimbangan manajemen lebih memilih Khusaeri karena jam terbang dan pengalaman sebagai pemain dan asisten pelatih sudah mumpuni," terang Sahlul.

(Artikel asli ditulis Dimas Angga P./Liputan6.com)