Joko Susilo Mulai Memperlihatkan Perbedaan Program di Arema

oleh Iwan Setiawan diperbarui 08 Agu 2017, 14:00 WIB
Pelatih Arema, Joko Susilo, memberikan instruksi kepada pemain. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Sudah satu pekan kursi kepelatihan Arema FC diduduki Joko 'Getuk' Susilo. Perbedaan program latihan perlahan mulai diperlihatkan, yaitu latihan pagi hari menjelang pertandingan dan program latihan sehari dua kali.

Program ini tidak pernah dijalankan ketika era kepelatihan Aji Santoso lantaran tujuh bulan terakhir Arema FC lebih banyak meliburkan pemain menjelang pertandingan.

"Sebenarnya apa yang saya lakukan ini bukan hal baru. Beberapa waktu lalu pemain sudah terbiasa dengan program latihan strength (kekuatan) sebelum pertandingan," kata Getuk.

Advertisement

Pada Selasa (8/8/2017), Arema menjalani latihan dua kali sehari. Pagi, Cristian Gonzales dkk. latihan fitnes di Universitas Brawijaya, Malang. Sedangkan sore harinya di lapangan untuk mempertajam taktik dan strategi. Tetapi, khusus latihan dua kali sehari dijalankan saat jeda pertandingan masih satu pekan.

"Sekilas memang terlihat lebih berat. Tapi, pemain akan terbiasa dan ini juga untuk meningkatkan kondisi mereka," lanjutnya

Artinya, Getuk kini memperbaiki fisik pemain. Memang dalam beberapa pertandingan terakhir Arema seperti kehabisan bensin pada pengujung pertandingan. Imbasnya, Arema belum pernah menang dalam empat pertandingan terakhir.

Tetapi, Getuk masih malu-malu menyebutkan apa saja kekurangan Arema saat ini kantaran dia tidak enak hati mengingat pelatih yang digantikannya adalah sahabatnya sendiri, Aji Santoso.

Seperti diketahui, Getuk merupakan pelatih yang mengutamakan fisik pemain. Maklum, dia sudah cukup sering jadi arsitek pelatih asing Arema FC asal Eropa seperti Miroslav Janu, Robert Rene Albert hingga Milomir Seslija. Para pelatih itu dikenal mengutamakan fisik pemain.

"Filosofi saya, fisik pemain itu ibaratkan bensin. Kalau diisi penuh, mau bermain dengan pola apa saja pasti jalan. Tapi, kalau fisik sudah bermasalah, main simpel saja sudah sulit," tuturnya.