Liga 2: Kontradiksi Nasib 3 Tim DIY di Liga 2 2017

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 17 Agu 2017, 16:30 WIB
Pemain PSS, Mardiono dan Chandra Waskito, di Liga 2 2017. (Bola.com/Ronald Seger)

Bola.com, Yogyakarta - Fase grup kompetisi Liga 2 musim 2017 memasuki tahap akhir. Sejumlah tim berjuang untuk merebut dua tempat lolos ke 16 besar, serta tiket ke jalur play-off agar tidak turun kasta ke Liga 3 musim depan. Pertarungan tersebut juga dirasakan wakil dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ada tiga wakil dari Provinsi DIY di Liga 2 2017, yakni PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, dan Persiba Bantul. Namun, tiga tim tersebut mengalami perbedaan nasib yang cukup mencolok di kompetisi kasta kedua sepak bola Tanah Air.

PSS jadi tim pertama yang meraih tiket ke babak 16 Besar dan masih memuncaki klasemen sementara Grup 3. Meski demikian, jalan terjal sempat dihadapi tim Elang Jawa. Betapa tidak, pasukan arahan Freddy Mulli ini menelan kekalahan 0-1 di laga pembuka dari PSCS Cilacap di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 19 April 2017.

Advertisement

Namun, kekalahan dari juara ISC B 2016 itu jadi cambuk untuk bangkit. Hasilnya, Mahadirga Lasut cs. tancap gas dengan melewati 10 laga tanpa tersentuh kekalahan.

Rinciannya, PSS meraih sembilan kemenangan dan sekali seri yang jadi penentu lolosnya mereka ke fase 16 Besar. Catatan apik lainnya adalah PSS baru kemasukan dua gol sepanjang 11 pertandingan.

"Kami masih di babak penyisihan, perjalanan masih jauh. Konsistensi permainan harus terus terjaga apalagi semakin ke sana persaingan akan lebih berat," kata pelatih PSS, Freddy Mulli.

 

Nasib PSIM dan Persiba Bantul

Beralih ke PSIM. Tim Laskar Mataram sejatinya memulai kompetisi dengan sangat menjanjikan dan sempat mencicipi jajaran papan atas Grup 5. Hanya, mereka terlihat kalah bersaing dengan Persebaya Surabaya dan Martapura FC, yang saat ini menghuni posisi dua besar.

Dibanding PSIM, kedua tim pesaing itu memiliki peluang lebih besar untuk meraih tiket ke babak 16 besar. Sementara tim Kota Gudeg memiliki kesempatan besar untuk berada di jalur play-off karena masih bertahan di posisi ketiga dengan 17 angka dari 12 pertandingan.

"Paling tidak kami jalani setiap pertandingannya dengan maksimal. Posisi PSIM saat ini cukup besar untuk berada di zona play-off bertahan di Liga 2,'' tutur pelatih PSIM, Erwan Hendarwanto.

Nasib lebih memprihatinkan ditunjukkan Persiba Bantul. Juara Divisi Utama 2010 itu sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 3 musim depan. Skuat tim Laskar Sultan Agung menjadi juru kunci Grup 4 tanpa satupun kemenangan pada 11 pertandingan.

Jebloknya prestasi Persiba Bantul membuat pelatih Purwanto Suwondo akhirnya harus angkat koper. Penggantinya, eks pelatih Persiku Kudus, Hidayat sejauh ini juga belum memberikan dampak berarti. Dua pertandingan dilalui dengan kekalahan dari Persis Solo dan Sragen United.

"Sekarang kami hanya berharap di tiga laga tersisa, pemain bisa mempersembahkan kemenangan bagi Persiba," kata manajer Persiba Bantul, Endro Sulastomo.

Stastik 3 Tim DIY di Liga 2

Statistik 3 Tim DIY di Liga 2 2017

PSS Sleman (Grup 3)
Main: 11 kali
Menang: 9 kali
Seri: 1 kali
Kalah: 1 Kali
Memasukan-kemasukan: 23-2
Poin: 28
Posisi: 1

PSIM Yogyakarta (Grup 5)
Main : 12 kali
Menang: 5 kali
Seri: 2 kali
Kalah: 5 Kali
Memasukan-kemasukan: 17-17
Poin: 17
Posisi: 3

Persiba Bantul (Grup 4)
Main : 11 kali
Menang: 0 kali
Seri: 4 kali
Kalah: 7 Kali
Memasukan-kemasukan: 3-18
Poin: 4
Posisi: 8

*Hingga Kamis (17/8/2017)

Berita Terkait