Brendon Hartley Gantikan Pierre Gasly di Toro Rosso pada GP AS

oleh Oka Akhsan diperbarui 14 Okt 2017, 09:50 WIB
Pebalap asal Selandia Baru, Brendon Hartley, akan melakoni debut balapan F1 bersama Toro Rosso pada GP AS di Austin, 22 Oktober 2017. (Bola.com/Twitter/ToroRossoSpy)

Bola.com, Faenza - Pebalap asal Selandia Baru, Brendon Hartley, akan melakoni debut balapan F1 pada GP AS di Austin, 22 Oktober 2017. Hartley bakal membalap untuk tim Toro Rosso.

Advertisement

Hartley menggantikan Pierre Gasly yang akan menjalani seri terakhir ajang balap Super Formula di Japang demi meraih gelar juara umum. Pebalap berusia 27 tahun itu bakal berduet dengan Daniil Kvyat di Circuit of the Americas (COTA).

"Sebuah perasaan yang luar biasa. Kesempatan ini datang dengan cara yang cukup mengejutkan, tapi saya memang tak pernah menyerah mengejar ambisi dan impian masa kecil saya untuk membalap di F1," kata Hartley di situs resmi Toro Rosso, Jumat (13/10/2017).

Seperti diberitakan situs resmi F1, Hartley merupakan mantan pebalap junior Red Bull. Dia pernah dua kali menguji mobil Toro Rosso pada 2009. Hartley juga berstatus sebagai pebalap penguji sekaligus cadangan Red Bull dan Toro Rosso pada 2009 dan 2010. Setelah dilepas Red Bull, Hartley sempat mengemudikan jet darat Mercedes pada 2012.

"Saya telah banyak belajar dan berkembang sejak hari-hari di mana saya menjadi pebalap cadangan Red Bull dan Toro Rosso. Tahun-tahun berat yang telah saya lalui membuat saya menjadi pribadi yang kuat dan punya determinasi tinggi," ujar Hartley.

Hartley telah memiliki pengalaman membalap di berbagai kategori balap, termasuk Formula Renault 3.5, GP2 Series, World Endurance Championship (WEC), dan seri balap sports car. Dalam tiga tahun terakhir, dia membalap untuk tim Porsche di kelas LMP1 WEC dan pernah menjadi juara umum pada 2015 bersama Mark Webber dan Timo Bernhard.

Hartley berhasil memenangi balapan bergengsi Le Mans 24 Hours pada Juni 2017. Dia juga saat ini masih memimpin klasemen sementara WEC 2017 dengan tiga seri tersisa.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Red Bull karena telah membuat ini menjadi kenyataan dan juga Porsche yang memberikan saya kesempatan membalap di F1 dan WEC. Saya mencoba tak menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi pada debut F1 saya. Tapi saya sudah siap beraksi di lintasan. Apalagi saya sangat menyukai COTA dan juga balapan di sana baru-baru ini," tutur Hartley.

Hartley menjadi pebalap asal Selandia Baru kesembilan yang tampil di F1 dan yang pertama sejak Mike Thackwell pada 1984. Sementara itu, Toro Rosso menjadi tim pertama sejak Lotus pada 1994 yang menurunkan komposisi pebalap berbeda dalam dua balapan beruntun. Pada seri sebelumnya di Jepang, Toro Rosso menurunkan duet Carlos Sainz dan Gasly. Sainz sudah resmi pindah ke Renault setelah balapan di Jepang.