Cristian Gonzales Tak Ingin Ada Pemain yang Meninggal di Lapangan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 15 Okt 2017, 21:30 WIB
Cristian Gonzales saat berhadapan dengan Choirul Huda. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Striker Arema FC, Cristian Gonzales, terkejut saat mendengar kabar kiper senior Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia. Penyerang naturalisasi ini memang tidak melihat siaran langsung Persela Lamongan melawan Semen Padang Minggu (15/10/2017) sore sehingga dia tidak mengetahui insiden tabrakan yang dialami Huda dalam pertandingan itu.

"Saya baru tahu saat lihat berita di televisi. Tentu kaget dan sedih karena kami pernah sama-sama di Timnas Indonesia beberapa tahun lalu. Dia kiper bagus dan setia untuk klub," kata Gonzales.

Advertisement

Mantan striker Persik Kediri ini selalu terpukul jika ada rekan yang tutup usia. Seperti awal tahun ini, teman satu kamarnya, mendiang kiper Arema FC, Achmad Kurniawan, meninggal dunia di Malang.

"Di lapangan mungkin kami semua serius bertanding. Tapi, di luar lapangan semua teman baik karena satu profesi. Saya harap tidak ada lagi pemain yang meninggal karena insiden di lapangan," harapnya.

Gonzales punya pengalaman saat menyelamatkan kiper yang sedang kritis. Seperti yang dialami kiper Persegres Gresik United, Aji Saka, pada putaran pertama. Waktu itu kepala Aji Saka membentur tiang gawang setelah menepis bola.

Kiper alumni Akademi Arema tersebut langsung pingsan. Gonzales yang ada di dekat kejadian punya inisiatif untuk membuka mulut Aji Saja. "Waktu itu saya buka mulut dia agar lidahnya tidak tertelan," katanya.

Andaikan kejadian Choirul Huda juga ditangani lebih cepat, ada kemungkinan kiper 38 tahun itu bisa selamat. Tetapi, para pemain Persela tidak mengira jika Huda mengalami masalah serius setelah benturan dengan bek asing Persela, Ramon Rodrigues.

Choirul Huda sempat duduk setelah insiden itu. Namun, beberapa saat kemudian dia tergeletak lemas dan ditandu keluar sambil menggunakan bantuan oksigen.

Dalam perjalanan hingga di rumah sakit, Choirul Huda mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan penyelamatan intensif di rumah sakit, nyawanya tidak bisa tertolong lagi.