Coutinho dan 4 Wonderkid Brasil yang Jadi Magnet Sepak Bola Eropa

oleh Liputan6.com diperbarui 25 Okt 2017, 17:27 WIB
Philippe Coutinho (kiri) sesali kekalahan telak Liverpool (GLYN KIRK / AFP)

Jakarta - Philippe Coutinho menjadi satu di antara anak mudah asal Brasil yang menjadi ornamen penting sebuah klub raksasa di kawasan Eropa. Philippe Coutinho berstatus otak serangan Liverpool sejak datang ke klub tersebut pada 2013.

Advertisement

Tak hanya Philippe Coutinho yang menonjol bersama tim besar di Benua Biru. Ada beberapa nama lain yang sedang moncer. Hal itu menunjukkan Brasil tak pernah lekang dengan produksi dan atau stok pesepak bola berbakat.

Mereka bak pabrik pemain berbakat dan buktinya kini mengirimkan para wonderkid yang sudah bisa menjelajahi Eropa. Pele, Garrincha, Zico, Ronaldo, Ronaldinho, Neymar, hingga Philippe Coutinho merupakan contoh nyata bakat-bakat Brasil dari beberapa generasi.

Mereka terbukti jadi tulang punggung timnya. Kini, beberapa nama dari generasi berikutnya sudah bersiap mewarisi bakat-bakat hebat itu. Gabriel Jesus salah satunya yang kini jadi senjata utama Manchester City meski umurnya masih di bawah 21 tahun.

Nah, selain Philippe Coutinho dan Jesus, berikut adalah wonderkid Brasil yang sudah "menjajah" sepak bola Eropa.

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini

2 dari 6 halaman

Gabigol

Gabriel 'Gabigol' Barbosa resmi gabung Inter Milan (Foto: Inter.it)

Gabriel Barbosa dianggap sebagai salah satu talenta terbesar di liga Brasil, antara tahun 2015 dan 2016. Produk asli Santos itu terkenal punya daya mematikan andai diberi kepercayaan.

Anak muda tersebut memperoleh panggilan pertamanya di Seleçao pada tahun 2016 dan merupakan bagian dari skuat Brasil di Copa America. Dia berhasil mencetak gol melawan Haiti setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Barbosa kemudian bergabung dengan tim nasional untuk pertandingan Olimpiade di Rio. Di sana, dia membantu negaranya meraih emas untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Kurangnya kesempatan di Serie A membuat Gabigol wajib mencari klub lain untuk menghidupkan kembali kariernya dan akhirnya gabung Benfica.

Bagi seorang pemain pada awal kariernya, Gabigol masih memiliki cukup waktu untuk meraih kembali tingkat penampilan yang pernah ditunjukkan di Santos dan membuktikan dirinya di Eropa.

3 dari 6 halaman

David Neres

Gelandang Ajax Amsterdam, Abdelhak Nouri, berselebrasi saat mencetak gol ke gawang Panathinaikos di Amsterdam, Rabu (24/11/2017). Pemain berusia 20 tahun ini terancam harus mengakhiri kariernya karena mengalami kerusakan otak. (EPA/Olaf Kraak)

David Neres adalah salah satu yang menarik dari tim U-20 Brasil di kejuaraan Amerika Selatan pada bulan Januari 2017. Sebelumnya dia juga mengesankan dengan keterampilan menggiring bola dan permainannya yang memukau bersama São Paulo FC.

Tidak butuh waktu lama bagi Nerez untuk mendatangkanminat klub Eropa. Dia akhirnya direkrut raksasa Belanda, Ajax yang siap memoles talenta besarnya itu.

Hasilnya, Nerez cepat beradaptasi dengan Eredivisie dan sudah dianggap sebagai salah satu elemen kunci di Ajax. Musim ini, pemain 20 tahun tahun itu sudah mengemas 4 gol dan 2 assist hanya dalam 6 penampilan liga.

4 dari 6 halaman

Richarlison

Richarlison (Ist)

Sama seperti rekan senegaranya David Neres, Richarlison menggunakan turnamen U-20 Amerika Selatan Januari lalu untuk mendatangkan peminat Eropa. Penampilan apiknya di sana membuat beberapa klub antre tanda tangannya.

Setelah rumor terkait pindah ke Chelsea dan Ajax, Richarlison berakhir di klub Premier League, Watford. Penampilannya sudah menjanjikan di sana.

Dalam 9 penampilan liga, pemain berusia 20 tahun itu sudah mencetak gol dalam 3 kesempatan, serta mengumpulkan 2 assist. Bermain sebagai sayap kiri, Richarlison menjadi salah satu talenta muda yang paling mengesankan di Inggris

5 dari 6 halaman

Malcom

Penyerang PSG menggandeng pemain Bordeaux, Malcom usai pertandingan Ligue 1 di stadion Parc des Princes di Paris (30/9). Dalam pertandingan ini PSG menang dengan skor telak 6-2 atas Bordeaux. (AFP Photo/Franck Fife)

Pemain 20 tahun ini merupakan starter dan tokoh kunci di tim Corinthians yang memenangkan liga Brasil pada tahun 2015 bersama Tite. Malcom punya visi bermain yang sudah dewasa tak seperti pemain seusianya yang membuatnya bisa pindah ke Bordeaux.

Malcom telah secara bertahap menyamakan dirinya sebagai pemain terbaik untuk tim Ligue 1 itu. Dia juga dinominasikan untuk penghargaan pemain terbaik bulan ini di Prancis.

Permainan Malcom dianggap memiliki semua indikator yang diperlukan untuk mencapai bintang di Eropa dan sudah terlihat mirip dengan idolanya, Neymar. Pemain asal Brasil itu sudah berada mengemas 5 gol dan 4 assist dalam 9 penampilan musim ini.

6 dari 6 halaman

Gabriel Jesus

Pemain Manchester City, Gabriel Jesus mencetak dua gol saat timnya melawan Stoke City pada pekan kedelapan Premier League di Etihad Stadium, Manchester, (14/10/2017). Manchester City menang 7-2. (AFP/Oli Scarff)

Tidak pernah ada keraguan tentang kualitas pemain yang satu ini. Gabriel Jesus bukan hanya pemain Brasil terbaik di bawah 21 tahun di Eropa, tapi juga dinominasikan bersama bintang Prancis Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé, untuk penghargaan Golden Boy 2017.

Gabriel Jesus telah mencetak 10 gol dan memberikan 3 assist dalam 15 pertandingan di semua kompetisi untuk Manchester City dan Brasil musim ini. Permainannya kian hari makin meningkat secara drastis.

Di bawah asuhan Pep Guardiola, yang secara luas dianggap sebagai salah satu manajer terhebat di dunia, masa depan bisa sangat cerah bagi pemain berusia 20 tahun itu. Dia diprediksi akan memimpin barisan depan Brasil di Piala Dunia 2018.(Eka Setiawan)

Berita Terkait