Deretan Pemain Binaan Persebaya yang Bersinar di Klub Lain

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 28 Okt 2017, 09:15 WIB
Persebaya_Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya pernah dikenal sebagai salah satu produsen pemain bintang. Bertahun-tahun klub ini menghasilkan banyak pemain berkualitas. Di antaranya, ada yang besar bersama tim seniornya, namun tak sedikit yang berkibar bersama klub lain.

Dalam empat tahun terakhir, bintang-bintang hasil binaan Persebaya banyak yang memilih keluar ke klub lain. Hal ini terjadi sebagai imbas dari konflik dualisme Persebaya.

Advertisement

Saat ini saja ada sederet pemain muda jebolan Persebaya yang sedang bersinar. Sebut saja dua bintang Madura United, Andik Rendika Rama dan Fandi Eko Utomo. Sebelum mengorbit bersama Madura United, kedua pemain itu pernah menimba ilmu sepak bola di dua klub internal Persebaya.

Rama adalah jebolan Mitra Surabaya dan mantan rekan setim sekaligus sahabat Evan Dimas Darmono. Sementara Fandi Eko jebolan PS Fajar. Selain di Madura United, keduanya juga pernah membela dua klub besar Tanah Air. Rama tercatat pernah memperkuat Persija Jakarta dan Fandi bersama Bhayangkara FC.

Selain kedua bintang itu, pemain binaan Persebaya yang mengilap di klub lain adalah Wahyu Subo Seto. Saat ini, adik kandung Fandi ini memperkuat Bhayangkara FC. Anak legenda hidup Persebaya (Yusuf Ekodono) ini disebut-sebut sebagai salah satu pemain muda berbakat yang pernah dilahirkan Persebaya.

Ada pun bintang hasil binaan Persebaya yang sekarang besar bersama klub lain adalah bintang Timnas Indonesia U-23 dan Barito Putera Hansamu Yama Pranata (Semut Hitam), gelandang sayap Persela Fahmi Al Ayyubi (Pusura dan Bajul Ijo), mantan kapten Timnas Indonesia U-19 Evan Dimas Darmono (Mitra Surabaya), dan kiper Timnas Indonesia dan Persegres Satria Tama (HBS).

"Selain mereka, masih banyak bintang klub lain yang hasil binaan Persebaya. Sebut saja Andik Vermansah jebolan KSI (sekarang Selangor FA), Taufiq dari Fatahillah 234 (Bali United), Slamet Nurcahyo pernah di Assyabaab Surabaya (Madura United) dan masih banyak lagi," tutur Kardi Suwito, salah satu petinggi PT Persebaya Indonesia.

Meski selama tiga tahun terakhir kompetisi internal Askot PSSI Surabaya tidak diputar, Persebaya masih terus memproduksi pemain andal. Kardi yakin, kendati hanya menggelar turnamen di semua umur.

"Pembinaan kami sempat terganggu ketika Persebaya di bawah PT PI tidak diakui oleh PSSI era Djohar Arifin Husin. Tapi kami masih mampu menghasilkan banyak pemain belia berbakat. Lihat saja nanti, satu atau dua tahun lagi mereka akan mewarnai persepakbolaan Tanah Air," katanya.

Berita Terkait