Bilic dan 3 Manajer yang Didepak pada Awal Premier League 2017-18

oleh Johan Kristiandi diperbarui 07 Nov 2017, 06:30 WIB
Slaven Bilic kehilangan posisinya sebagai manajer West Ham United. (AFP/Ian Kington)

Bola.com - Ketatnya persaingan Premier League 2017-2018 kembali memakan korban. Kali ini, Slaven Bilic terdepak dari kursi manajer West Ham United setelah gagal menuai hasil positif.

Advertisement

The Hammers memang tampil jeblok pada musim 2017-2018. Hingga saat ini, Pablo Zabaleta dan kawan-kawan telah menelan enam kekalahan.

Berbagai kalangan media menilai kekalahan 1-4 atas Liverpool pada pertandingan ke-11 Premier League, di London Stadium, Sabtu (4/11/2017) menjadi pemicu manajemen West Ham memutus kontrak manajer 49 tahun tersebut.

Klub-klub di premier League memang terkenal gemar memecat manajer bila performa yang ditunjukkan tak sesuai ekspektasi. Lantas, siapa saja manajer yang menjadi "korban" keganasan persaingan Premier League 2017-2018?

Frank De Boer - Crystal Palace

Frank de Boer hanya sebentar merasakan atmosfer Premier League. (AFP/Oli Scarff)

Crystal Palace resmi memecat Frank De Boer pada 11 September. Manajer asal Belanda tersebut hanya menukangi Wilfried Zaha dan kawan-kawan selama 72 hari.

Selama menukangi West Ham, pelatih 47 tahun tersebut hanya mencatatkan lima pertandingan dengan hasil satu seri dan empat kekalahan. Setelah memecat De Boer, petinggi West Ham menunjuk Roy Hodgson untuk memimpin Mamadou Sakho dan kawan-kawan.

2 dari 3 halaman

Craig Shakespeare - Leicester City

Pelatih Leicester City, Craig Shakespeare memberikan instruksi kepada anak asuhnya saat melawan Sevilla pada Babak 16 Besar Liga Champions di King Power Stadium, (14/3/2017). Leicester City menang agregat atas Sevilla 3-2 . (AP/Rui Vieira)

Craig Shakespeare resmi menukangi Leicester City pada 23 Februari 2017 menggantikan Claudio Ranieri. Empat bulan berselang, sang manajer harus angkat koper dari King Power Stadium setelah The Fox terpuruk di zona degradasi.

Selama memimpin Shinji Okazaki dan kawan-kawan, manajer 54 tahun tersebut membukukan 11 kemenangan, enam seri dan sembilan kekalahan. Selain Leicester, Shakespeare tercatat pernah menangani Hull City dan West Bromwich Albion.

3 dari 3 halaman

Ronald Koeman - Everton

Ronald Koeman (OLI SCARFF / AFP)

Jalinan cerita Ronald Koeman dan Everton terpaksa berakhir setelah The Toffees mengalami rentetan hasil buruk. Ketika itu, Everton yang notabene dihuni pemain-pemain berpengalaman, terpuruk di papan bawah klasemen.

Selama 496 hari menukangi Everton, manajer 54 tahun tersebut secara rata-rata mencatatkan 1,48 poin per pertandingan. Hingga kini, sang manajer belum meneken kontrak dengan tim manapun.

Sumber: Berbagai sumber

Berita Terkait