MotoGP Bikin Pembalap Berdarah Indonesia Ketagihan

oleh Ahmad Fawwaz Usman diperbarui 14 Nov 2017, 09:10 WIB
Pembalap pengganti Yamaha Tech 3, Michael van der Mark puas dengan rapornya dalam dua balapan MotoGP 2017. (Mohd RASFAN / AFP )

Jakarta MotoGP Valencia 2017 di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (12/11/2017), menyisakan rasa penasaran bagi Michael van der Mark. Pasalnya, pembalap pengganti Yamaha Tech 3 itu harus finis di urutan ke-17.

Ini adalah kali kedua Van der Mark mencicipi kelas MotoGP. Sebelumnya ia menjadi pengganti Jonas Folger pada MotoGP Malaysia 2017 di Sirkuit Sepang, dua pekan lalu.

Advertisement

Kala itu, pembalap berdarah Indonesia tersebut finis di urutan ke-16. Sayang, ia gagal memperbaiki catatannya pada MotoGP Valencia. Kali ini, Van der Mark finis di urutan ke-17 dengan selisih 52,134 detik dari Dani Pedrosa yang merebut podium juara.

Meski hasilnya tak begitu bagus dalam dua balapan terakhir MotoGP 2017, pembalap berusia 25 tahun itu tetap puas dengan pencapaiannya. Sebab, melakoni balapan MotoGP dianggap sebagai pengalaman yang sangat berharga.

"Akhir pekan ini merupakan tantangan, tapi saya sangat menikmati balapan. Saya memulai balapan yang bagus dan mengambil beberapa tempat dengan pertarungan bagus. Grand Prix ini sangat menyenangkan," kata Van der Mark, dilansir Speedweek.

Karena mendapatkan kesempatan itu, Van der Mark pun mengucapkan terima kasih kepada bos Yamaha Tech 3, Herve Poncharal. Itu karena Poncharal memberikan kepercayaan kepada Van der Mark setelah sebelumnya gagal menjadi pembalap pengganti Valentino Rossi.

 

2 dari 2 halaman

Pujian Poncharal

"Saya ucapkan terima kasih kepada Herve atas kesempatan ini. Sudah menjadi impian saya mengendarai motor MotoGP. Melakukannya dengan tim hebat ini dalam dua balapan adalah sesuatu yang istimewa," tutur Van der Mark.

Michael van der Mark (Mohd RASFAN / AFP )

Van der Mark juga menyatakan, jika kembali diminta untuk membalap bersama Yamaha Tech 3, ia tak akan berpikir dua kali untuk menerimanya. Namun, ia mengakui bahwa dirinya butuh waktu untuk beradaptasi dengan motor dan gaya balapnya.

"Michael telah membuat kemajuan besar dibandingkan di Sepang. Lintasan kering sangat membantunya. Ia bertarung melawan pembalap MotoGP yang berpengalaman dan melakukan pekerjaan dengan baik. Kita tahu itu tidak mudah. Saya berterima kasih kepadanya karena menggantikan Jonas," ucap Poncharal.