Ini Target Doni Tata Setelah Jadi Juara Umum TGA 2017

oleh Iwan Setiawan diperbarui 17 Des 2017, 21:10 WIB
Ilustrasi - Doni Tata bicara target selanjutnya setelah ia jadi juara umum Trial Game Asphalt (TGA) 2017. (dok Federasl Oil)

Bola.com, Jakarta - Seperti diprediksi sebelumnya, pebalap senior Doni Tata Pradita berhasil menjadi juara umum di Trial Game Asphalt (TGA) 2017. Meski, finis di posisi ketiga untuk kelas FFA (Free For All) 250 cc dan runner-up kelas FFA 450 cc dalam seri final di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Sabtu (16/12/2017), poin Doni sudah tidak terkejar pebalap lain.

"Saya terkendala dengan stok bak basah yang sudah habis. Jadi, dalam semua balapan kemarin pakai ban kering. Padahal, lintasan basah karena hujan. Itu sebabnya cukup sulit dan saya pilih cari aman untuk jadi juara umum," kata pebalap asal Sleman ini.

Kendala itu jadi sebuah pengalaman berharga bagi Doni karena persoalan ban sangat vital bagi seorang pembalap. Di ajang selanjutnya, dia ingin persiapan timnya lebih matang.

"Ke depan saya ingin persiapan lebih bagus. Apalagi sekarang banyak pebalap muda yang bakal jadi pesaing hebat seperti Gerry Salim, dan yang lainnya," ucapnya.

Advertisement

Ke depan, Doni akan tetap fokus mengikuti berbagai ajang. Termasuk gelaran TGA tahun depan. "Saya masih ingin berprestasi lagi tahun selanjutnya. Semoga nanti seri TGA lebih banyak karena tahun ini hanya ada tiga seri. Selain itu, ada keinginan lebih banyak pebalap yang berpartisipasi," lanjut mantan pembalap Moto 2 Gresini itu.

Selain Gerry Salim, Doni Tata juga melihat ada satu pembalap potensial yang muncul, yaitu Faradila Adam dari Jawa Timur. Lantaran dalam seri ketiga TGA kemarin, Faradila memenangi tiga race kelas FFA 250 cc, trail 175 cc Open, dan kelas FFA 450 cc.

Padahal, dia baru kali ini turun di balapan yang menggunakan lintasan aspal. Sebelumnya, Faradila juga ikut dalam ajang Supermoto 2016 namun memakai lintasan aspal dan tanah.

"Dia pembalap yang masih muda. Tentu lebih senang dengan ketatnya persaingan ke depan. Target saya bisa bertahan di posisi saat ini (bisa jadi juara umum di setiap balapan) karena saya merasa lebih termotivasi," kata Doni Tata.