Beto Goncalves dan Manu Dzhalilov Bantah Rumor Tak Akur di Sriwijaya FC

oleh Riskha Prasetya diperbarui 27 Feb 2018, 22:30 WIB
Alberto Goncalves dan Manuchekhr Dzhalilov menepis isu keretakan. (Bola.com/Riskha Prasetya)

Bola.com, Balikpapan - Kemenangan 2-0 Sriwijaya FC atas Madura United di laga kedua penyisihan Grup B Piala Gubernur Kaltim II (26/2/2018) masih menyisakan cerita, khususnya terkait dua striker andalan Laskar Wong Kito, Alberto Goncalves dan Alberto Goncalves dan Manuchekhr Dzhalilov. Keduanya dimainkan sebagai duet oleh sang pelatih, Rahmad Darmawan.

Dalam suatu kesempatan pada pertandingan itu, komentator siaran langsung sempat menyebut Beto (sapaan akrab Alberto Goncalves) dan Manu (panggilan Alberto Goncalves dan Manuchekhr Dzhalilov), tidak akur.

Komentator itu mengungkap di sebuah momen, Beto dianggap tidak memberikan umpan kepada Manu yang punya kesempatan lebih bagus untuk mencetak gol di laga itu. Komentar itu jadi perbincangan warganet, terutama di kalangan fans setia Sriwijaya FC.

Beto dan Manu terpaksa angkat bicara meredakan rumor tak sedap yang berkembang. "Tidak ada masalah, saya dan Beto saling respek serta mengutamakan kepentingan tim. Setelah pertandingan, kami juga saling memberi masukan agar ke depan lebih baik lagi," kata Manu, Selasa (27/2/2018).

Advertisement

Hal sama ditegaskan Beto. Ia menyebut selama pertandingan, dirinya dan pemain lainnya saling bahu-membahu agar Sriwijaya FC meraih kemenangan.

"Kami tidak perlu mendengarkan komentar dari pihak luar, karena yang tahu kejadian sesungguhnya tim ini sendiri. Saya dan Manu juga melihat rekaman pertandingan di hotel dan saling memberikan masukan. Memang ada kejadian di mana saya menendang bola ke arah gawang, namun memang saat itu posisi saya juga cukup ideal," timpal Beto.

Pemain yang belum lama ini mendapatkan status WNI ini bahkan berujar kekompakan antarpemain Sriwijaya FC terus mengalami peningkatan.

Sebagai catatan, pada laga kontra Madura United itu, untuk kali pertama, Beto, Manu, dan Makan Konate tampil bersama sehingga Beto merasa cukup wajar jika masih ada salah komunikasi.

"Justru di pramusim ini kami saling belajar. Saya senang karena Manu pemain yang sangat bagus, begitu juga Viscarra dan Konate. Pemain lawan pasti akan memberikan perhatian khusus untuk mereka, jadi banyak jadi banyak kesempatan untuk pemain Sriwijaya FC lain mendapatkan ruang," tutur Beto.