Legenda Sriwijaya FC Blak-blakan, Liga Indonesia di Eranya Levelnya Lebih Bagus dari yang Sekarang

Legenda Sriwijaya FC, Ngon A Djam menyebut kualitas Liga Indonesia pada masanya dinilai lebih baik dibandingkan dengan kondisi kompetisi saat ini.

Bola.com, Jakarta - Masih ingat Ngon A Djam? Pencinta Liga Indonesia sejak lama pasti ingat betul sosok yang satu ini. Ia merupakan salah satu penyerang yang sangat disegani di masanya.

Pemilik nama lengkap Claude Parfait Ngon A Djam pernah memperkuat tim-tim papan atas tanah air seperti Sriwijaya FC, Persebaya Surabaya, Persema Malang, serta Persidafon Dafonsoro.

Pemilik paspor Kamerun yang kini berusia 46 tahun lebih dikenal dan dikenang sebagai legenda Sriwijaya FC. Selain menjadi tim pertamanya kala datang ke Indonesia, bersama Sriwijaya FC pulalah awal karier Ngon A Djam meledak.

Meski hanya semusim, 2008/2009, tapi gol yang yang ditoreh Ngon A Jam cukup fantastis, yakni 24 lesakan.

Lama tak muncul, Ngon A Djam yang juga pernah berkostum Persiba Bantul dan Persekap Pasuruan di senja kariernya berbagi kabar via kanal YouTube Bicara Bola.

Yang menarik dan menggelitik, Ngon A Djam mengaku sudah terbilang lama tak lagi mengikuti perkembangan Liga Indonesia.

"Bukan karena saya enggak suka, tapi seperti ada di dalam hati bahwa aku mau nonton Liga Indonesia kalau levelnya seperti waktu dulu," kata Ngon A Djam dengan nada serius.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ada Peningkatan

Menurut kelahiran 24 Januari 1980, kasta teratas Indonesia saat ini levelnya masih kalah jauh dari yang sebelumnya, di mana Ngon A Djam sedang gacor-gacornya.

"Waktu itu level Liga Indonesia di atas banget. Sampai 2020 itu level liga masih kuat banget. Sekarang levelnya biasa saja. Lebih bagus di masa saya bermain dulu," ujarnya.

"Waktu itu, enggak ada tim yang enggak bermain bagus di semua game. Semua tim liga kuat. Merata. Enggak ada yang di atas banget. Kita semua same level," tandasnya, kali ini dengan mimik serius.

Dulu, kata Ngon A Djam, setiap tim punya pemain bintang dan itu berdampak kepada pertandingan yang enak dan seru untuk ditonton.

"Oke. Ada individu di tim ini, ada individu juga di tim lain. Sriwijaya FC lawan Persipura. Di Sriwijaya FC ada Keith Kayamba Gumbs, di Persipura ada Zah Rahan, ada Boaz Solossa, ada Victor Igbonefo, ada Bio Paulin," tutur Ngon A Djam.

"Persib juga sama. Di Mitra Kukar juga sama. Semua tim levelnya merata. Sekarang beda. Ada tiga atau tempat tim yang di atas, ada yang di bawah. Yang lain mereka ikut saja."

Faktor Finansial

Ngon A Jam tak membantah, klub tak lepas dari finansial sehingga mampu mendatangkan banyak pemain bintang, termasuk berlabel naturalisasi.

"Tapi waktu di masa kita, semua tim juga punya finansial sama. Aku enggak pikir, Sriwijaya punya duit lebih banyak dari Persib atau Persija. Enggak juga. Sama".

"Terus, waktu saya baru datang, away game, kalau menang itu, aduh susah banget. Semua menang di rumah. Yang juara itu yang bisa seri di luar kandang. Jadi berat banget".

"Sekarang kamu lihat, tim yang bermain di luar kandang bisa menang 4-0. Ya, waktu itu kita itu, kalau main di luar itu sangat susah menangnya," pungkasnya.

 

Video Populer

Foto Populer