Keberhasilan Timnas Korea Selatan Mempertegas Dominasi Tim Asia Timur di Asian Games

oleh Rizki Hidayat diperbarui 02 Sep 2018, 17:15 WIB
Timnas Korea Selatan U-23 saat prosesi pengalungan medali emas di Asian Games 2018 di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (1/9/2018). (Bola.com/Dok. INASGOC)

Bola.com, Jakarta - Timnas Korea Selatan U-23 meraih medali emas cabang sepak bola Asian Games 2018, setelah pada laga final mengalahkan Jepang. Prestasi itu sekaligus mempertegas dominasi tim-tim dari Asia Timur pada ajang Asian Games.

Advertisement

Pada laga final yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (1/9/2018) malam WIB, Korea Selatan turun dengan pemain terbaiknya. Penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min, menjadi motor serangan Taegeuk Warriors.

Berdasarkan statistik di situs resmi Asian Games, Korsel mencatatkan 63 persen penguasaan bola berbanding 37 persen milik Jepang. Selain itu, Korea Selatan juga melepaskan 18 tembakan, yang delapan di antaranya mengarah ke gawang.

Di sisi lain, tim Samurai Biru mengalami kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Korea Selatan. Alhasil, Jepang yang diperkuat pemain-pemain dengan usia rata-rata 20 tahun, hanya memperoleh tiga peluang bagus dari tujuh kesempatan.

Meski begitu, Korea Selatan tak mampu membobol gawang Jepang, begitu pula sebaliknya. Skor 0-0 bertahan hingga 2x45 menit berakhir, dan penentuan pemenang harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada extra time, Korea Selatan akhirnya berhasil menjaringkan bola ke dalam gawang Jepang. Umpan pendek Son dari dalam kotak penalti mampu dikonversikan Lee Seung-woo menjadi gol dengan tendangan pada menit ke-93.

Taegeuk Warriors berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-101, dan Son Heung-min kembali menjadi kreator gol Korea Selatan. Eksekusi tendangan bebas Son berhasil dituntaskan Hwang Hee-chan menjadi gol dengan sundulan.

Jepang mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-115. Bola hasil sundulan Ayase Ueda, yang memanfaatkan umpan sepak pojok melesat mulus masuk ke dalam gawang Korea Selatan yang dikawal Cho Hyun-woo.

Sampai pertandingan berakhir, skor 2-1 untuk kemenangan Korea Selatan tetap bertahan. Hasil ini membuat timnas Korsel berhak atas medali emas Asian Games 2018, sedangkan Jepang merengkuh medali perunggu.

2 dari 2 halaman

Pertegas Dominasi Tim Asia Timur

Pencapaian ini membuat Korea Selatan mempertahankan medali emas Asian Games, setelah sebelumnya diraih pada 2014. Selain itu, Korsel juga menjadi tim paling sukses pada perhelatan Asian Games.

Taegeuk Warriors telah mengoleksi lima medali emas. Sebelumnya, mereka keluar sebagai juara terjadi pada 1970, 1978, 1986, dan 2014.

Hal ini turut mempertegas dominasi tim-tim dari Asia Timur. Tim sepak bola dari Asia Timur berhasil mengumpulkan delapan medali emas di Asian Games.

Selain Korea Selatan, negara dari Asia Timur yang keluar sebagai juara di Asian Games adalah Chinese Taipei (1954, 1958), Korea Utara (1978 juara bersama Korsel), dan Jepang (2010).

Sementara itu, tim-tim dari Asia Barat tercatat baru enam kali keluar sebagai juara, mulai Iran (1974, 1990, 1998, 2002), Irak (1982), dan Qatar (2006). Di sisi lain, tim dari Asia Selatan tercatat dua kali juara, yakni India (1951, 1962).

Tim sepak bola dari Asia Tenggara juga pernah meraih medali emas Asian Games, dan itu diwakili oleh Burma (kini Myanmar) pada 1966 dan 1970 (juara bersama Korea Selatan). Untuk Asia Tengah diwakili Uzbekistan pada Asian Games 1994.

Pada perhelatan Asian Games 2022 di Hangzhou, China, tim-tim sepak bola dari Asia Timur diprediksi masih berpeluang meraih medali emas. Apalagi, sepak bola Asia Timur mengalami perkembangan yang cukup pesat dibandingkan wilayah Asia lainnya.

Lantas, mampukah tim-tim dari Asia Timur kian mempertegas dominasi di Asian Games? Layak untuk dinantikan.

Berita Terkait