Silat Betawi Meriahkan Closing Ceremony Asian Games 2018

oleh Wiwig Prayugi diperbarui 02 Sep 2018, 19:14 WIB
Sebanyak 100 pesilat dari IPSI DKI Jakarta tampil sebagai pembuka dalam rangkaian acara closing ceremony Asian Games 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/9/2018). (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bola.com, Jakarta - Sebanyak 100 pesilat dari IPSI DKI Jakarta tampil sebagai pembuka dalam rangkaian acara closing ceremony Asian Games 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018) malam WIB.

Advertisement

Atlet pencak silat dari DKI Jakarta mengenakan seragam putih-putih dengan menggunakan peci khas Betawi. Mereka tampil dengan beragam jurus, diiringi musik tradisional Betawi.

Pencak silat merupakan cabang olahraga yang menjadi lumbung medali emas bagi kontingen Indonesia. Pada Asian Games ke-18 ini, pencak silat menyumbangkan 14 medali emas dan satu perunggu dari 16 nomor pertandingan.

Atlet pencak silat DKI Jakarta tampil selama 15 menit. Acara yang dipandu Ronald Surapradja dan Tike Priyatna Kusuma itu dilanjutkan ke pertunjukan musik melalui video lagu-lagu resmi Asian Games 2018, sambil menunggu puncak acara pada pukul 19.00 WIB.

Selain pertunjukan musik, dua atlet Indonesia juga diperlihatkan dalam video, yakni peraih medali emas pertama bagi kontingen Indonesia, Defia Rosmaniar dari cabang taekwondo.

Penonton langsung heboh ketika Tike dan Ronald menyebut nama Hanifan Yudani Kusumah, pesilat yang jadi viral setelah beraksi memeluk Presiden Jokowi dan Ketua IPSI, Prabowo Subianto, setelah meraih medali emas cabang pencak silat kelas C 55 kg.

Foto Hanifan memeluk Jokowi dan Prabowo pun kembali diperlihatkan dan penonton memberi tepuk tangan. Sementara itu, suasana di SUGBK semakin meriah walau masih diguyur hujan. Duo MC, Ronald dan Tike pun terpaksa menggunakan payung.