Plus Minus Timnas Indonesia U-19 Menjelang Duel Penentu ke Piala Dunia U-20

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 26 Okt 2018, 10:15 WIB
Gelandang Indonesia, Lutfi Kamal, mengontrol bola saat melawan Uni Emirat Arab (UEA) pada laga AFC di SUGBK, Jakarta, Rabu (24/10/2018). Indonesia menang 1-0 atas UEA. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-19 melenggang ke perempat final Piala AFC usai mengalahkan Uni Emirat Arab pada laga pamungkas penyisihan Grup A (24/10/2018) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sebuah hasil maksimal dari upaya tak kenal lelah para pemain Garuda Nusantara pada tiga laga yang telah mereka lakoni. Mereka juga menunjukkan besarnya semangat untuk membawa Merah Putih berjaya di Piala AFC 2018.

Namun, upaya itu saja belum cukup, karena pada fase knock out, Indonesia berhadapan dengan Jepang. Butuh tampil lebih sempurna untuk meraih kemenangan atas sang juara bertahan.

Advertisement

Maklum dari analisis pengamat asal Jatim, Aji Santoso, masih kekurangan yang harus dibenahi Timnas U-19 selama berlaga di babak penyisihan itu, dan ada beberapa kelebihan yang harus lebih dimaksimalkan.

Untuk minusnya, Aji menyebut pertahanan Timnas U-19 masih rawan kebobolan dalam tiga laga itu. Meski tampil solid di pertandingan terakhir lawan UEA, bagi Aji belum bisa dijadikan ukuran karena hanya sekali laga itu saja pertahanan Timnas U-19 sangat kuat.

"Pada pertandingan lawan Qatar sangat terlihat. Jarak antar pemain tidak ideal, komunikasi di antara mereka tidak berjalan baik, sehingga ada kesan mereka saling bergantung satu sama lain. Masih sering ambil sekali, padahal seharusnya hanya perlu dibayangi," ujar Aji.

Pada pertandingan terakhir melawan UEA, kekurangan itu relatif sudah tertutupi. Semua pemain Timnas Indonesia U-19 disiplin posisi, tidak mudah panik meski dalam kondisi ditekan, serta cepat menutup ruang lawan untuk bergerak maupun mengirim umpan. Kalau pun ada kesalahan, masih dalam batas wajar.

2 dari 2 halaman

Dalam Kondisi Terbaik

Pemain Indonesia saat melawan Uni Emirat Arab (UEA) pada laga AFC di SUGBK, Jakarta, Rabu (24/10/2018). Indonesia menang 1-0 atas UEA. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Di sektor penyerangan, Aji menilai striker Timnas Indonesia U-19 masih kurang kreatif. Baik M. Rafli Mursalim atau Hanis Saghara, di matanya, kedua pemain ini kurang rajin bergerak dan mencari posisi yang baik untuk menerima bola.

"Dari tiga pertandingan yang sudah dijalani, mereka minim mendapatkan bola, dan kurang peluang," katanya.

Sementara untuk kelebihannya, Aji menilai para pemain Garuda Nusantara mampu tampil spartan sepanjang pertandingan. Ini menunjukkan bahwa para pemain dalam kondisi terbaik.

Pada pertandingan terakhir lawan UEA, fokus dan konsentrasi pemain sangat tinggi. Mereka juga menjalankan instruksi taktik dengan baik, terutama bagaimana cara mereka bertahan dan memenangkan setiap duel, serta memotong aliran serangan lawan.

Yang terakhir, Aji memuji semangat pemain Timnas U-19 yang tak pernah padam selama laga berlangsung. "Mereka tak sekadar mempertahankan keunggulan, tapi juga terus mencari peluang untuk menambah keunggulan.

"Ada keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Yang harus dipertahankan adalah bagaimana mereka tak pernah mau kalah dalam setiap perebutan bola," sebut Aji.

Berita Terkait