2 Pemain Tim Garuda Sebut Pengaturan Skor Mencederai Sepak Bola Indonesia

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 06 Des 2018, 21:15 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas dan Andik Vermansah, berbincang saat latihan di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (2/10/2017). Latihan ini merupakan persiapan jelang laga persahabatan melawan Kamboja. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Surabaya - Maraknya pengaturan skor yang melanda sepak bola Indonesia mendapat perhatian dari banyak pihak, termasuk dua pemain Timnas Indonesia, Andik Vermansah dan Evan Dimas Darmono.

"Saya membaca berita dalam dua minggu terakhir tentang match fixing. Ini kejahatan besar dalam sepak bola," ujar Andik.

Andik berharap persoalan seperti ini tidak lagi ada di kompetisi Indonesia, karena semakin menghambat kemajuan sepak bola Tanah Air.

Advertisement

"Saya hanya bisa menyayangkan, kenapa masih ada saja orang-orang yang tidak ingin sepak bola kita bersih dan berkembang. Demi kepentingan pribadi, mengorbankan banyak orang," keluhnya.

Hal yang sama dilontarkan Evan Dimas. Menurutnya, upaya pengaturan skor mencederai nilai sportivitas dan fair play yang dijunjung tinggi di semua olahraga, termasuk sepak bola.

"Karena pengaturan skor ini bukan hanya merusak permainan sepak bola, tapi juga mental pemainnya," ujar Evan.

Namun, soal hukuman apa yang pantas untuk pelaku yang terbukti terlibat dalam kasus match fixing, Evan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang.

"Saya rasa sudah ada aturan dan sanksi untuk pelakunya. Juga ada komisi yudisial yang menangani masalah-masalah seperti ini. Yang pasti, saya menolak upaya-upaya kotor seperti ini," kata Evan Dimas.

Berita Terkait