Sujud Syukur dan Tangisan Penuh Makna Rachmat Irianto usai Timnas Indonesia U-22 Juara Piala AFF

oleh Ario YosiaZulfirdaus Harahap diperbarui 26 Jan 2021, 20:27 WIB
Bek Timnas Indonesia, Rachmat Irianto, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum melawan Qatar pada laga AFC U-19 Championship di SUGBK, Jakarta, Minggu (21/10). Indonesia kalah 5-6 dari Qatar. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Seusai wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir, bek Timnas Indonesia U-22, Rachmat Iriyanto, langsung bersyujud syukur. Tim Merah-Putih jadi juara Piala AFF U-22 2019 usai mengalahkan Thailand dengan skor tipis 2-1 di Olympic Stadium, Kamboja, Selasa (26/2/2019). 

Bek asal Persebaya Surabaya menangis terisak-isak. Emosinya tak tertahankan.  Sukses Timnas Indonesia U-22 jadi sesuatu yang berharga bagi putra libero legendaris, Bejo Sugiantoro.

Advertisement

Karier Rachmat Irianto hampir berakhir gara-gara cedera panjang patah telapak kaki kiri. Ia absen hampir setengah tahun. Gara-gara cederanya, ia pun terpental dari skuat Timnas Indonesia U-19, kehilangan kesempatan bermain di Piala AFC U-19 2018.

Saat dipanggil masuk skuat Timnas Indonesia U-22, Rachmat, amat bersuka cita. Sebelum perhelatan turnamen ia berjanji memberikan segalanya.

"Saya akan mengerahkan kemampuan terbaik untuk mengantar Timnas U-22 menjadi tim terbaik. Mohon doanya," kata Rachmat.

Sejak Rachmat Irianto masuk Timnas U-19 dan sekarang naik ke Timnas Indonesia U-22, sang ayah  selalu mewanti-wanti agar mengeluarkan semua kemampuan terbaik di lapangan.

"Saya tak pernah memberi nasihat yang muluk-muluk kepada Ryan. Saya dan mamanya selalu kirim doa, di mana pun Ryan berada. Kami selalu kirim bacaan surah Al Fatihah. Juga saat di Kamboja sekarang. Saya hanya minta dia main sebaik mungkin, jika diturunkan pelatih. Dia masih muda dan harus banyak belajar," jelas Sugiantoro.

Bejo pun bercerita kalau putranya sempat terpuruk mentalnya saat mengalami cedera.

"Ketika dia cedera dan harus operasi, Ryan sempat down. Tapi, kami sekeluarga terus membangkitkan semangatnya. Semoga gol ini makin memperkuat motivasinya untuk bermain bagus lagi. Paling utama, Ryan jadi bagian Timnas Indonesia U-22 untuk memberi gelar juara bangsa ini," tuturnya.

Nikmati sajian liputan khusus Piala AFF U-22 2019 dari Kamboja di situs Bola.com dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Menang Dramatis

Para pemain Timnas Indonesia merayakan gol yang dicetak Osvaldo Haay ke gawang Thailand pada laga Piala AFF U-22 2019 di Stadion National Olympic, Phnom Penh, Selasa (26/2). Indonesia menang 2-1 atas Thailand. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Jangan heran begitu Timnas Indonesia U-22 menjadi juara Piala AFF, ia amat terharu. Saat laga melawan Thailand, Rachmat Irianto menggantikan peran sebagai kapten tim setelah Bagas Adi dikartu merah.

Rachmat berstatus kapten ketiga Tim Garuda Muda, setelah Andi Setyo dan Bagas Adi. "Alhamdullilah, terimakasih ya Allah," teriak sang stoper berulangkali usai pertandingan.

Timnas Indonesia U-22 mengalahkan Thailand secara dramatis. Tim asuhan Indra Sjafri sempat tertinggal 0-1 pada menit ke-57. Kapten Thailand, Saringkan Promsupa, berhasil mencetak gol dengan tandukan setelah menerima umpan tendangan bebas dari rekan setimnya.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Timnas Indonesia U-22 berhasil membalas lewat gol yang dicetak Sani Rizki Fauzi pada menit ke-58.

Mendapat umpan dari Gian Zola, tembakan dilepas Sani Rizki dan membentur tubuh bek Thailand, Marco Ballini. Bola berubah arah dan gagal dihalau oleh kiper Thailand, Korraphat Nareechan.

Timnas Indonesia U-22 berhasil berbalik unggul pada menit ke-63. Seperti halnya gol yang dicetak Thailand, Tim Garuda Muda berhasil mencetak gol lewat tandukan Osvaldo Haay setelah menerima umpan tendangan bebas Luthfi Kamal Baharsyah.

Selamat atas kesuksesannya Rachmat Irianto, semoga jadi penyemangat di event-event internasional selanjutnya.

 

Berita Terkait