Blunder Buffon saat Meladeni MU Mengundang Cemoohan Netizen

oleh Aning Jati diperbarui 07 Mar 2019, 11:50 WIB
Kiper PSG, Gianluigi Buffon, saat melawan Manchester United di leg kedua 16 besar Liga Champions 2018-2019, Kamis dini hari WIB. (AFP/Franck Fife)

Bola.com, Jakarta - Meski mendapat julukan Superman, Gianluigi Buffon tetap manusia biasa. Meski dengan punya segudang pengalaman, kiper Paris Saint-Germain itu tetap bisa membuat kesalahan.

Satu blunder yang dilakukan Gianluigi Buffon saat menjamu Manchester United dalam leg kedua 16 besar Liga Champions 2018-2019 berakibat fatal. Blunder itu berujung gol kedua lawan yang dimanfaatkan Romelu Lukaku. Skor pun berubah jadi 1-2 buat United.

Advertisement

Pada menit-menit akhir, United mencetak gol ketiganya melalui titik putih berkat bantuan VAR. Wasit memberikan penalti ke the Red Devils setelah pemain PSG, Presnel Kimpembe, dianggap melakukan handsball di kotak terlarang.

Pertandingan yang berlangsung di markas PSG, Parc des Princes, itu berakhir dengan skor 3-1. United akhirnya lolos ke perempat final berkat keunggulan gol tandang, meski Les Parisiens menang 2-0 di kandang United pada leg pertama.

Seusai pertandingan, blunder Buffon jadi sorotan. Kiper veteran itu mendulang banyak hujatan dari wargenet di media sosial. Netizen tampaknya tak bisa menahan diri untuk tak mencerca kiper 41 tahun itu.

"Cepat taruh Buffon di dalam sarkofagus, itu memalukan," cuit Zito (@_Zeets) di media sosial Twitter.Beberapa netizen menyamakan Buffon dengan mantan kiper Liverpool, Lloris Karius.

Seperti yang diketahui, kiper asal Jerman tersebut juga pernah melakukan blunder fatal yang berujung pada kekalahan the Reds di final Liga Champions musim lalu.

Buffon bahkan disamakan dengan kiper AS Roma, Robin Olsen. Blunder fatal juga dilakukan Olsen saat Giallorossi melawan Genoa di ajang Serie A, Desember 2018. Beruntung saat itu Roma berhasil menang dengan skor 3-2.

Satu hal yang pasti, Gianluigi Buffon dipastikan tak bisa memenuhi impiannya untuk mengangkat trofi Liga Champions di musim ini. Sebenarnya, ia bisa saja mengangkatnya sebanyak dua kali saat masih di Juventus andai tak kalah pada laga final pada edisi 2015 dan 2017.

Sumber: Bola.net

Berita Terkait