Aji Santoso Vs Dejan Antonic: Teman Lama Berebut Tiket Terakhir ke Semifinal Piala Presiden 2019

oleh Aditya Wany diperbarui 31 Mar 2019, 09:15 WIB
Aji Santoso dan Dejan Antonic, teman lama yang berhadapan di babak 8 besar Piala Presiden 2019 memperebutkan tiket ke semifinal. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Surabaya - Duel sesama klub Jawa Timur, Persela Lamongan melawan Madura United, menjadi satu pertemuan menarik di Piala Presiden 2019 yang ditayangkan di Indosir. Kedua tim beda karakter itu akan saling beradu dalam babak 8 besar di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (31/3/2019).

Pertemuan ini menjadi wadah masing-masing pelatih, Aji Santoso dan Dejan Antonic, untuk unjuk kemampuan sebagai juru taktik dan adu dalam hal strategi. Ini bakal kali ketiga keduanya berhadapan sebagai arsitek tim.

Advertisement

Aji memulai karier sebagai pelatih pada 2008. Sempat menangani Persebaya pada 2010-2011, pelatih asal Malang itu kemudian berkutat sebagai pelatih Timnas Indonesia sejak 2012-2015.

Pada periode itu, Dejan mulai menangani beberapa klub Indonesia, seperti Arema, Pro Duta, Pelita Bandung Raya, hingga Persib Bandung. Saat Aji kemudian menangani Persela pada akhir 2016, Dejan kembali ke Hong Kong, negara tempatnya berkarier selain Indonesia.

Berdasarkan catatan, Aji dan Dejan hanya pernah dua kali bertemu sebagai pelatih. Pertemuan kedua pelatih ini kali pertama terjadi pada musim lalu di Liga 1. Saat itu, Aji sudah menjadi nakhoda Persela, sementara Dejan yang baru datang dari Hong Kong, menangani Borneo FC.

Dua kali berjumpa, keduanya saling mengalahkan. Persela Lamongan menang 2-0 saat menjamu di Stadion Surajaya (11/7/2019) yang kemudian dibalas Borneo dengan skor 3-2 di Stadion Segiri, Samarinda (26/11/2019).

Lebih dari itu, keduanya sebenarnya merupakan teman lama semasa masih berkarier sebagai pemain. Aji dan Dejan pernah satu tim menjadi bagian dari Persebaya Surabaya pada Liga Indonesia 1995-1996.

"Saya termasuk orang yang kenal dekat dengan Dejan. Dulu saat masih bermain satu tim, kami akrab. Sekarang, sebagai sesama pelatih, kami juga sering ngobrol. Saya cukup sering komunikasi dengan Dejan," kata Aji saat dihubungi Bola.com, Sabtu (30/3/2019). 

Persela Lamongan, Aji Santoso saat mendampingi tim di Piala Presiden 2019. (Bola.com/Iwan Setiawan)
2 dari 3 halaman

Saling Kenal

Keduanya sudah saling mengenal sejak lama, meski baru musim lalu saling adu strategi. Kini, mereka akan kembali adu strategi di pramusim 2019 dengan tim yang berbeda.

Aji dan Dejan cenderung memiliki penerapan formasi yang sama kepada tim masing-masing. Mereka sama-sama mengandalkan formasi 4-3-3. Jurus itu sampai saat ini masih menjadi andalan.

Aji masih setia dengan formasi itu dan mengandalkan kecepatan pemain sayap muda yang dimilikinya. Musim ini, dia mengandalkan Malik Risaldi dan Jefri Kurniawan untuk mencoba menembus pertahanan lawan.

Hampir sama, Dejan juga demikian. Namun, kemampuan gelandang timnya selalu menonjol. Seperti di Madura United saat ini, dia mengandalkan trio Slamet Nurcahyo, Zah Rahan, dan Zulfiandi, yang mampu membuat tim menguasai bola.

Aji sempat mengejutkan publik nasional setelah membawa Laskar Joko Tingkir menjadi juara Grup E di Piala Presiden 2019. Persela Lamongan mencatatkan rekor tak terkalahkan selama fase grup saat bersaing dengan Arema FC, Barito Putera, dan Persita Tangerang.

Madura United di bawah arahan Dejan juga meraih catatan poin identik dengan Persela. Di Grup D, Laskar Sape Kerrab mengoleksi poin tujuh. Namun, mereka harus puas menjadi runner-up karena kalah selisih gol dari Persija Jakarta yang mengoleksi jumlah poin sama.

Aji melihat Dejan sebagai sosok pelatih yang membawa permainan apik selama kariernya. Saat masih di Borneo FC, Dejan mampu membawa perubahan dengan menjadikan timnya sebagai klub yang mampu bersaing hingga finis peringkat ketujuh Liga 1 2018.

Pelatih Madura United, Dejan Antonic. (Bola.com/Aditya Wany)
3 dari 3 halaman

Pujian Dejan Antonic buat Aji Santoso

Kini Madura United juga menapaki jalan menuju ke atas. Selama ditangani Dejan, klub asal Pulau Garam itu masih belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan, empat di Piala Indonesia 2018 dan tiga di Piala Presiden 2019.

"Coach Dejan adalah pelatih yang punya kualitas. Dia sudah memegang lisensi UEFA Pro, artinya sudah punya pengalaman. Apalagi skuat Madura United saat ini memiliki materi yang tidak boleh diremehkan," ucap pelatih berusia 48 tahun itu kepada Bola.com.

"Madura United saat ini punya skuat lengkap, dari kiper, bek, sampai penyerang, tercatat pemain yang bagus. Beberapa malah membela Timnas Indonesia. Dengan ditunjang pelatih bagus seperti Dejan, tim ini menjadi kandidat juara," imbuhnya.

Secara terpisah, Dejan juga melontarkan pujian kepada Aji mengenai pertemuan ini. Pelatih yang banyak menghabiskan kariernya sebagai pemain di Hong Kong itu memandang mantan rekan satu timnya kini juga telah menjadi pelatih berpengalaman di Indonesia.

"Aji Santoso pelatih bagus. Ia juga sudah lama berada di Persela. Programnya di Persela sudah berjalan dengan sangat bagus," tutur pelatih berusia 50 tahun itu.

Dejan menyoroti keberadaan Washington Brandao yang kini menjadi juru gedor andalan Persela. Menurutnya, striker asal Brasil itu memiliki ketajaman dan kunci klub asal Kota Soto dalam membobol gawang lawan.

"Saya lihat, di Persela, ada sosok yang cukup bagus seperti Brandao. Ia memiliki postur dan kecepatan bagus. Sebagai bukti kehebatannya, ia mampu mencetak gol pada pertandingan lawan Arema," kata Dejan.

Pertemuan dua sosok pelatih ini untuk beradu kekuatan dan taktik menjadi momen yang menarik untuk ditunggu dalam pertemuan Persela Lamongan kontra Madura United di perempat final Piala Presiden 2019. Stadion Surajaya, Lamongan, bakal menjadi saksi bisu pertarungan kedua pelatih papan atas di Indonesia itu.