9 Pelatih Paling Laku di Persaingan Level Elite Dunia

oleh Ario Yosia diperbarui 24 Jun 2019, 12:00 WIB
Claudio Ranieri (Nick Potts/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Kesuksesan seorang pelatih sepak bola bukan hanya diukur dari jumlah piala yang diraihnya tapi juga jumlah tim yang pernah dilatihnya. Tak banyak arsitek yang berkesempatan menangani banyak tim di sepanjang kariernya.

Advertisement

Pastinya dengan menakhodai banyak tim seorang pelatih memiliki bekal ilmu tambahan yang bisa dibagikan ke anak-asuhnya.

Kemampuan seorang mentor beradaptasi dengan perkembangan zaman membuat mereka bisa bertahan lama di industri sepak bola profesional level elite.

Berikut adalah 10 manajer top yang pernah melatih banyak tim dalam karier kepelatihannya.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

2 dari 10 halaman

Maurizio Sarri

Maurizio Sarri, (AFP/Alberto Pizzoli)

​Juventus menjadi klub yang ke-20 ditangani pelatih asal Italia, Maurizio Sarri, setelah ia resmi ditunjuk menangani klub asal Turin tersebut. Ia menjadi suksesor Massimiliano Allegri yang resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelatih utama Juventus.

Satu-satunya klub non Italia yang pernah dilatihnya adalah ​Chelsea, klub Premier League yang ditanganinya pada musim 2018/19. Gagal menjadi juara League Cup, Sarri mempersembahkan trofi Europa League sebelum ia kembali ke kampung halamannya.

3 dari 10 halaman

Luiz Felipe Scolari

Luis Felipe (AFP/Johannes Eisele)

Sama seperti Sarri, Scolari pun sejauh ini telah melatih 20 tim berbeda di karier kepelatihannya. Namun lima tim yang pernah dilatihnya dengan dua periode masing-masing adalah Palmerias, Timnas Brasil, Gremio, Juventude, dan Al-Qadisiya.

Tim yang saat ini ditanganinya, Palmerias merupakan satu-satunya tim yang pernah dilatihnya dalam tiga periode berbeda. Puncak kariernya saat ia berhasil membawa Ronaldinho dkk menjadi jawara Piala Dunia 2002.

4 dari 10 halaman

Claudio Ranieri

Claudio Ranieri (AFP/Charly Triballeau)

Pelatih asal Italia, Claudio Ranieri sukses mempersembahkan trofi bersama Valencia di dua periode berbeda. Di periode pertama, ia sukes memberikan piala Copa del Rey dan UEFA Inter toto Cup pada musim 1998/99. Sedangkan, ia mampu mengangkat trofi UEFA Super Cup pada tahun 2004 di periode keduanya.

Namun, puncak kariernya adalah saat ia berhasil membawa Leicester City menjuarai ​Premier League untuk pertama kalinya pada musim 2015/16. Saat ini, Ranieri masih menganggur setelah sempat menangani AS Roma di pertengahan musim 2018/19 dan Roma menjadi tim yang ke-19 pernah dilatihnya.

5 dari 10 halaman

Sven-Goran Eriksson

Sven-Goran Eriksson (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Empat dari 17 tim yang pernah ditangani pelatih asal Swedia, Sven-Goran Eriksson adalah tim nasional, ia pernah menangani Timnas Inggris, Meksiko, Pantai Gading, dan Filipina. Meskipun gagal meraih kemenangan di debutnya bersama Timnas Filipina di Piala Asia 2019, ia tetap dipercaya menjadi penasehat tim.

 Puncak karier sang pelatih saat berhasil mempersembahkan titel ​Serie A pada musim 1999/00 setelah penantian 25 tahun para tifosi Lazio.

6 dari 10 halaman

Sam Allardyce

Sam Allardyce (AFP)

Karier pelatih asal Inggris, Sam Allardyce sempat naik daun saat ia berhasil membawa klub asal Irlandia, Limerick menjuarai divisi kedua pada 1991/92. Ia pun bersama Nottingham County berhasil menjuarai Football League Divisi Tiga pada musim 2017-2018.

Selain itu, ia pun pernah membawa Bolton Wanderers promosi ke Premier League setelah menang play-off pada 2001. Allardyce juga sukses meloloskan West Ham United promosi ke ​Premier League, setelah memenangkan play-off Championship pada 2012. 

 Ia total telah melatih 12 tim berbeda yang terdiri dari 11 klub dan satu tim nasional, Timnas Inggris.

7 dari 10 halaman

Roy Hodgson

Roy Hodgson (John Walton/PA via AP)

Manajer Crystal Palace, Roy Hodgson mencatatkan rekor sebagai pria tertua yang menangani klub di Premier League, di usianya yang ke 71 tahun. Bukan hanya tim asal Inggris, tapi ia pun sudah menangani tim-tim di Eropa maupun Asia dengan total sebanyak 21 tim yang pernah ditanganinya.

Dia juga sempat menjadi manajer Timnas Inggris pada 2012 hingga 2016. Sayangnya, Hodgson gagal membawa Timnas Inggris di Euro 2016 lebih jauh setelah The Three Lions disingkirkan oleh Timnas Islandia di babak 16 besar.

8 dari 10 halaman

Neil Warnock

Neil Warnock (kiri) (AP/Mark Kerton)

Di usianya yang menginjak 70 tahun, Neil Warnock sudah melatih 15 klub berbeda asal Inggris. Namun sayangnya, ia belum pernah mempersembahkan satu trofi pun untuk tim yang dilatihnya tersebut.

Namun begitu, kesuksesan Warnock membawa Cardiff City promosi ke ​Premier League menjadikannya manajer pertama yang berhasil membawa timnya promosi terbanyak, sebanyak delapan kali.

9 dari 10 halaman

Marcello Lippi

Marcello Lippi (AFP/Toshifumi Kitamura)

Pelatih asal Italia, Marcello Lippi pernah melatih Timnas Tiongkok, Italia, dan klub Serie A, Juventus masing-masing selama dua periode. Satu-satunya klub non Italia yang pernah dilatihnya adalah Guangzhou Evergrande.

Puncak karier kepelatihannya adalah saat ia sukses membawa Timnas Italia menjuarai Piala Dunia 2006. Sebanyak 14 tim berbeda pun pernah ditanganinya sejauh ini.

10 dari 10 halaman

Carlos Queiroz

Carlos Queiroz

Nama Carlos Queiroz melambung saat dirinya menjadi asisten Manajer ​Manchester United  di era Sir Alex Ferguson pada musim 2002-2003. Real Madrid pun langsung menunjuknya menjadi pelatih utama di musim berikutnya. Sejumlah 10 tim berbeda pernah dilatihnya sejauh ini di sepanjang karier kepelatihannya.

Meskipun mampu mempersembahkan trofi Supercopa de Espana bagi Real Madrid, Carlos Queiroz tetap dianggap gagal oleh pihak klub dan dipecat pada Mei 2004. Ia pun kembali menjadi asisten Ferguson pada periode 2004-2008. Sejak itu, ia melatih Timnas Portugal, Iran, dan Kolombia. 

Sumber: 90min