Pemain Persebaya Bertekad Menyelamatkan Djanur dari Ancaman Pemecatan

oleh Aditya Wany diperbarui 01 Agu 2019, 18:00 WIB
Djadjang Nurdjaman, pelatih Persebaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Pelatih Djadjang Nurdjaman di ambang pemecatan karena gagal membawa Persebaya meraih kemenangan dalam lima laga terakhir Shopee Liga 1 2019.

Pelatih yang akrab disapa Djanur itu punya kesempatan terakhir di pekan ke-12 Liga 1 2019 saat Persebaya menjamu Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Advertisement

Djanur wajib membawa Bajul Ijo menang atas Persipura. Jika tidak, dia dipastikan akan kehilangan jabatannya sebagai pelatih kepala Persebaya.

Bek Persebaya, Mokhamad Syaifuddin, sudah mendengar kabar itu. Ultimatum kepada Djanur sebelumnya dilontarkan oleh manajer Persebaya, Candra Wahyudi. Syaifuddin ingin menyelamatkan Djanur dengan ikut mengalahkan Persipura.

"Sekarang sedang ramai di media, tapi saya dan teman-teman pemain Persebaya bersama coach Djanur. Kami semua bersama coach. Kami tidak ada masalah sama pelatih atau stafnya," kata Syaifuddin, Kamis (1/8/2019).

"Kami ingin memberikan yang terbaik buat Persebaya. Bagaimana pun, di belakang kami ada komando dari coach. Kami percaya dan respek pada coach. Kami akan membantu coach," imbuh pemain berusia 26 tahun tersebut.

2 dari 2 halaman

Tak Ingin Mengecewakan

Bek Persebaya, Mokhamad Syaifuddin baru saja menjalani operasi pengangkatan lipoma di Rumah Sakit Premier, Surabaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Syaifuddin selama ini termasuk pemain yang tampil reguler bersama Persebaya. Dia membukukan sembilan penampilan dari 11 laga yang sudah dijalani tim Bajul Ijo. Pemain asli Surabaya itu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang kerap didapatnya.

"Saya kasih terbaik saat diberi kesempatan oleh coach Djanur, meski sebelumnya saya pernah melakukan kesalahan. Saya kalau mendapat kesempatan tidak ingin mengecewakan lagi," ucap Syaifuddin.

Pemain jebolan kompetisi internal Persebaya itu mengaku sudah memperlajari kekuatan Persipura bersama rekan-rekan satu tim. Semua pemain Persebaya bertekad memutuskan rentetan hasil buruk dengan bangkit dan memenangkan pertandingan ini.

"Melawan Persipura, striker mereka punya kecepatan ketajaman. Kami sudah diberi tahu coach Djanur bagaimana caranya menghentikan mereka. Tim pelatih sudah melihat video mereka dan nanti kami terapkan di pertandingan," ujarnya.