Krismon Wombaibobo, dari Persewar Waropen Ingin Menembus Timnas Indonesia U-22

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 06 Agu 2019, 09:15 WIB
Pemain sayap Persewar Waropen, Krismon Gustap Wombaibobo saat tampil melawan Persis Solo di Stadion Wilis, Madiun, Sabtu (3/8/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Jakarta - Tim promosi Liga 2, Persewar Waropen menyumbangkan dua pemain untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-22. Timnas U-22 besutan Indra Sjafri sedang dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games 2019 di Filipina.

Kedua pemain Persewar tersebut adalah Samuel Gideon Balinsa dan Krismon Gustap Wombaibobo, yang sudah bergabung dengan pemusatan latihan di Jakarta. Namun, mereka untuk sementara mendapatkan kesempatan membela Persewar dalam lanjutan Liga 2.

Advertisement

Krismon Wombaibobo tampil cukup apik. Pemilik nomor punggung tujuh di Persewar ini menjadi andalan tim berjulukan Mutiara Bakau, dalam menyisir sisi sayap kanan.

Namanya cukup unik karena berkaitan dengan kelahirannya, yakni 16 Mei 1998. Pada era itu, Indonesia dilanda krisis ekonomi. Masyarakat kala itu, menyebut krisis moneter dengan singkaran krismon.

Krismon mengaku bangga mendapatkan kesempatan untuk bergabung di Timnas U-22. Ia sudah 10 hari berlatih dalam pemusatan latihan di Jakarta. 

Kepada Bola.com, Krismon mengaku sempat tidak percaya mendapatkan kesempatan di level timnas, meski baru sebatas seleksi.

Ia bertekad lolos dalam persaingan di Timnas Indonesia U-22 dan menjadi bagian skuat Merah-putih pada SEA Games mendatang.

"Baru kali ini dipanggil Timnas Indonesia U-22. Awalnya tidak percaya. Seperti tidak mungkin. Puji Tuhan, saya mendapat kesempatan ini. Harapannya, saya tetap konsisten di klub dan timnas, sehingga bisa bermain di Filipina nanti," kata Krismon.

 

 

2 dari 2 halaman

Pesan dari Pelatih

Persewar Waropen menjadi ancaman serius bagi Persik Kediri di Grup Timur Liga 2 2019. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Meski baru 10 hari berlatih di timnas, Krismon Gustap sudah banyak mendapatkan ilmu dari Indra Sjafri. Krismon selalu memehang pesan dari pelatihnya di klub, Carolino Ivakdalam dan ayahnya.

"Ada pesan dari coach, apa yang saya dapat di timnas bisa diterapkan di klub. Pesan dari keluarga juga demikian, ayah saya berpesan untuk tetap rendah hati jangan sombong," ujarnya.

Jalan Krismon untuk masuk ke skuat Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019 masih panjang. Belum lagi, saingannya akan bertambah berat karena di posisinya ada pemain-pemain bagus, yakni Rifal Lastori (Borneo FC) dan Yakub Sayuri (Barito Putera).

Belum lagi jika Indra Sjafri akan memanggil Saddil Ramdani, Egy Maulana Vikri, dan Osvaldo Haay, yang sudah punya pengalaman di timnas.

Namun, hal itu tidak akan menyurutkan semangat Krismon untuk mencuri perhatian pelatih.

"Sebenarnya tidak ada persaingan. Hanya saja pernah minder karena saya dari Liga 2. Tapi ada dukungan dari banyak pemain lain. Di posisi saya ada Rifal Lastori atau Yakub Sayuri, tapi pada dasarnya semua dapat kesempatan," tutur Krismon.

"Di timnas saya punya teman dekat yakni Nur Hidayat, karena suka bercanda. Tapi secara umum semua pemain sangat menyenangkan," ungkap Krismon.

Berita Terkait