PSSI Optimistis Insiden Bonek di GBT Tak Memengaruhi Persiapan Piala Dunia U-20 2021

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 03 Nov 2019, 18:15 WIB
Bonek masuk lapangan saat laga Persebaya Surabaya Vs PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (29/10/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Jakarta - Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, belum lama ini mengalami kerusakan saat protes dilakukan bonek, pendukung Persebaya Surabaya, yang kecewa melihat timnya kalah 2-3 dari PSS Sleman dalam pertandingan Shopee Liga 1 2019. PSSI, melalui sekretaris jenderalnya, Ratu Tisha Destria, memastikan insiden tersebut tidak akan memengaruhi persiapan GBT sebagai venue untuk Piala Dunia U-20 2021.

GBT dipilih oleh PSSI menjadi satu dari 10 calon venue yang diajukan untuk menyelenggarakan Piala Dunia U-20 2021. Nantinya, FIFA akan memilih enam di antara 10 stadion yang benar-benar layak untuk menggelar perhelatan internasional kejuaraan sepak bola junior itu.

Advertisement

Indonesia baru resmi dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 pada 24 Oktober lalu, di mana lima hari kemudian insiden terjadi di GBT setelah bonek tidak puas melihat performa Persebaya saat menghadapi PSS Sleman. Pembakaran papan iklan tepat di pinggir lapangan dan perusakan terhadap sarana bangku cadangan pemain pun tak terelakkan.

Pemkot Surabaya mengonfirmasi kerusakan di GBT mencapai nilai Rp300 juta, di mana pihak Dispora dan Persebaya akan berkoordinasi mengenai perbaikan fasilitas tersebut. PSSI pun meyakini insiden dan kerugian tersebut tidak akan membuat GBT berkendala untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

"Insiden tersebut dan persiapan ini tak ada hubungannya, kami akan terus berjalan. PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi akan terus memberikan laporan secara komprehensif dan Komdis PSSI akan menindak tegas bila ada tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran disiplin," ujar Ratu Tisha Destria.

"PSSI akan bekerja sama dengan semua pemerintah kota, terutama yang memiliki venue untuk Piala Dunia U-20 agar lebih komprehensif dalam melakukan perbaikan ataupun menjaga kondisi fasilitas tersebut dan di sekitarnya. Saya pun merasa Persebaya sebagai klub di sana juga akan menjalankan tugasnya dengan baik. PSSI percaya itu, dan kami tetap fokus dengan persiapan infrastruktur," lanjut Sekjen PSSI itu.

Video Venue Piala Dunia U-20 2021

2 dari 2 halaman

Siap Bersaing di Piala Dunia U-20

Logo Piala Dunia U-20 Indonesia 2021 (Bola.com/Adreanus Titus)

Menurut Ratu Tisha Destria, fokus PSSI untuk Piala Dunia U-20 2021 saat ini adalah mempersiapkan segala hal, terutama infrastruktur, agar semua venue siap untuk menggelar pertandingan. Tak hanya itu, koordinasi dengan sejumlah instansi terkait akan menjadi tugas yang harus dijalani agar Indonesia siap menyambut tim-tim berkelas dunia beserta suporternya yang akan menikmati Piala Dunia U-20.

PSSI pun meyakini Timnas Indonesia akan siap bersaing di turnamen tersebut. Tak hanya berstatus sebagai tim tuan rumah, dengan prestasi yang diraih dalam dua tahun terakhir, Ratu Tisha yakin Tim Garuda Muda akan mampu memberikan perlawanan terbaik kepada tim-tim kelas dunia.

"Seluruh rakyat Indonesia sedang menyambut perhelatan sepak bola dunia yang akan digelar di sini. Kami pun bangga Indonesia bisa ditunjuk FIFA untuk menggelar perhelatan tersebut," ujar Ratu Tisha Destria.

"Tahun lalu sepak bola kita sudah ada di level 8 besar Asia untuk kategori usia U-19 dan U-16. Menurut saya, ini bukan mimpi bagi Indonesia bersaing di level yang lebih tinggi," tegas Sekjen PSSI itu.

Berita Terkait