Pengamat: Simon McMenemy Harus Tuntaskan Tugas di Timnas Indonesia

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 10 Nov 2019, 05:30 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, saat latihan jelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Rabu (2/10). Indonesia akan berhadapan dengan Uni Emirat Arab. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Solo - PSSI telah memecat Simon McMenemy sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, Rabu (6/11/2019). Timnas Indonesia gagal total dalam empat laga Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Meski sudah dipecat, pelatih berkebangsaan Skotlandia tersebut masih punya satu pertandingan yakni melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil (19/11/2019). Namun, sang pelatih menolak untuk memimpin Timnas kontra Malaysia.

Advertisement

Hal ini mengundang reaksi dari banyak pihak. Satu diantaranya adalah pengamat Timnas Indonesia asal Kota Solo, Aris Budi Sulistyo. Menurut pengakuannya, Simon McMenemy tidak bersikap profesional dengan menolak memimpin tim pada laga tersebut.

"Pemecatan Simon sudah tepat. Melihat dalam empat laga tanpa pernah menang, sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Ini juga momentum baik bagi PSSI setelah punya Ketua Umum yang baru, untuk membangkitkan kembali prestasi Timnas," ujar Aris Budi kepada Bola.com, Sabtu (9/11/2019).

"Sangat disayangkan, seharusnya dia menghormati keputusan federasi untuk tetap melatih tim melawan Malaysia. Justru dia bisa membuat hal yang positif di akhir kariernya melatih Timnas Indonesia. Siapa tahu bisa mengalahkan Malaysia besok," kata eks pelatih Persik Kediri dan Persis Solo itu.

 

2 dari 2 halaman

Potensi Pelatih Lokal

Rahmad Darmawan saat mendampingi Tira Persikabo melawan Kalteng Putra di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jumat (26/7/2019). (Bola.com/Yoppy Renato)

Dua asisten Simon McMenemy di Timnas Indonesia, Yeyen Tumena dan Joko Susilo, kini didapuk sebagai caretaker. PSSI tengah mematangkan rencana mendatangkan kembali Luis Mila dan mantan pelatih Timnas Korea Selatan, Shin Tae-yong.

Aris Budi Sulistyo menyarankan agar Timnas Indonesia dibesut oleh pelatih lokal. Satu di antara alasannya adalah lebih memahami ciri khas dan karakter pemain Indonesia.

"Pelatih asli Indonesia yang berkualitas ada banyak. Setidaknya paham dengan kultur sepak bola kita yang bermain bola pendek dari kaki ke kaki, saya rasa Rahmad Darmawan atau Jacksen Tiago jadi opsi tepat," terangnya.

"Pelatih dari Asia Timur juga tidak masalah, karena sepak bolanya tidak jauh berbeda. Untuk Seto Nurdiyantoro saya kira belum saatnya melatih Timnas Indonesia senior, masih terlalu dini dan mungkin perlu pengalaman melatih timnas kelompok usia dahulu," jelasnya. 

Berita Terkait