Hanif Sjahbandi Tersisih dari Timnas Indonesia U-22, Arema Dapat Keuntungan

oleh Iwan Setiawan diperbarui 18 Nov 2019, 07:30 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Hanif Sjahbandi, saat latihan jelang laga kualifikasi Piala Dunia di SUGBK, Jakarta, Senin (2/9). Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Malang - Timnas Indonesia U-22 melakukan perampingan skuat jelang SEA Games 2019. Kali ini ada empat nama yang dikembalikan ke klub, yakni Alberto Goncalves (Madura United), Hambali Tholib (Persela Lamongan), Rifad Marasabessy (Tira Persikabo), dan [Hanif Sjahbandi](4112984 "") (Arema).

Di sisi lain pencoretan mereka, jadi keuntungan tersendiri bagi klub karena pemain yang tersisih dari Timnas Indonesia U-22 tersebut bisa diturunkan dalam sisa kompetisi Shopee Liga 1 2019.

Advertisement

Hal itu dirasakan Arema. Kembalinya Hanif ke klub dirasa dalam momen pas karena sekarang Singo Edan sedang krisis gelandang. Terutama di laga terdekat melawan Persija Jakarta (23/11/2019).

Pada laga itu Hendro Siswanto menjalani sanksi akibat akumulasi kartu, sedangkan performa Takafumi Akahoshi di bawah ekspektasi. Hanif bisa jadi solusi lini tengah Arema ketika melawan klub Ibu kota tersebut.

"Kalau ditanya apakah senang Hanif dicoret dari Timnas Indonesia U-22? Tentu tidak. Kami berharap dia bisa membela negara. Secara kualitas dia layak di sana. Mungkin karena soal strategi pelatih saja. Tapi, di satu sisi, kami untung jika dia bisa main melawan Persija. Kebetulan kami kehabisan stok gelandang," kata Kuncoro, asisten pelatih Arema.

2 dari 2 halaman

Kebutuhan Pelatih

Pemain Timnas Indonesia, Hanif Sjahbandi, mengontrol bola saat latihan di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Senin (14/10). Latihan ini persiapan jelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Vietnam. (Bola.com/Aditya Wany)

Di Timnas Indonesia U-22, posisi Hanif tergeser oleh Evan Dimas Darmono dan Zulfiandi, yang dipanggil untuk memenuhi kuota pemain senior di SEA Games 2019. Dua pemain itu punya posisi yang sama dengan Hanif.

Kebetulan, Indra Sjafri juga punya chemistry dengan Evan dan Zulfiandi sejak sama-sama di Timnas Indonesia U-19.

"Kualitas gelandang di timnas U-22 saya pikir perbedaannya tipis. Tinggal kebutuhan pelatih saja yang seperti apa. Tapi, pelatih mungkin sudah klop dengan karakter bermain Evan dan Zulfiandi," lanjut Kuncoro.

Kuncoro yakin Hanif tak berkecil hati, meski batal terjun di SEA Games 2019 yang dimulai pada bulan ini. Justru itu jadi sebuah pertanda, dia harus meningkatkan performanya.

"Sebenarnya, sayang dia tidak ikut SEA Games. Tapi, ambil sisi positifnya, harus merasa perlu bekerja lebih keras lagi di latihan maupun klub," kata Kuncoro.