Shin Tae-yong Dipercaya Bisa Membawa Timnas Indonesia Berprestasi

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 30 Des 2019, 06:30 WIB
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, bersama pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dalam perkenalan pelatih Timnas Indonesia di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (28/12). PSSI Kontrak Shin Tae-yong 4 Tahun sebagai Pelatih Timnas.(Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Solo - PSSI resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pria asal Korea Selatan tersebut resmi diikat kontrak hingga empat tahun ke depan.

Tugas utama eks pelatih Timnas Korea Selatan ini adalah untuk bisa membawa Timnas Indonesia berprestasi di ajang Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang. Terlebih Indonesia berstatus sebagai tuan rumahnya nanti.

Advertisement

Banyak kalangan berpendapat jika Shin Tae-yong bakal membawa pengaruh besar untuk Timnas Indonesia. Pengamat sepak bola asal Solo, Aris Budi Sulistyo turut memberikan komentarnya dengan terpilihnya Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.

"PSSI sudah memilih dan memutuskan, berarti sudah tahu akan kualitas Shin Tae-yong. Dengan kualitas pelatih Piala Dunia, harapannya bisa mengangkat sepak bola Indonesia," ungkap Aris Budi kepada Bola.com, Minggu (29/12/2019).

"Biarkan beliau bekerja dulu dengan maksimal. Saya juga meyakini prospek Timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 nanti karena belum ada kata terlambat baginya membawa permainan khas Korsel ke Indonesia," ujarnya.

Eks pelatih Persik Kediri dan Persis Solo tersebut mengaku jika sepak bola Korsel semakin maju. Menurutnya, sepak bola Korsel yang telah berafiliasi dengan Jerman, menjadikan kekuatan teratas di benua Asia.

"Dengan mengandalkan kekuatan fisik sebagai dasarnya. Kemudian pressing yang begitu tinggi. Jadi tidak kaget mereka sudah mampu mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018 lalu," tuturnya.

 

2 dari 2 halaman

Pernah Ikut Menghadapi Tim yang Dibela Shin Tae-yong

Aris Budi Sulistyo pernah memiliki pengalaman bermain di Korea Selatan, saat masih membela Persik Kediri di ajang Liga Champions Asia pada tahun 2004. Saat itu Persik Kediri dibantai tuan Seongnam Ilhwa Chunma dengan skor telak 0-15.

Aris Budi ikut dalam skuat Macan Putih yang dibawa ke markas Seongnam, meski sebagai pemain cadangan. Dirinya juga lupa-lupa ingat jika Shin Tae-yong adalah pemain Seongnam yang menjadi lawannya ketika itu.

"Jujur, saya ibaratkan permainan mereka seperti serangan kawanan lebah. Dimana-mana ada pemain mereka. Pressing yang sangat luar biasa. Sementara kami menembus pertahanan mereka saja tidak bisa," jelas Aris Budi Sulistyo.

Berita Terkait