Pelaku Rasisme dalam Sepak Bola Diancam Hukuman Penjara

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 10 Jan 2020, 09:30 WIB
Antonio Rudiger, Kurt Zouma, dan Emerson. (Dok. Twitter/Chelsea FC)

Bola.com, London - Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) ingin pelaku rasisme dihukum penjara. Tindakan rasialis yang dilakukan oleh suporter akan dikategorikan sebagai perilaku kriminal.

PFA bakal menemui pemerintah Inggris agar ada penyesuaian hukum dan pasal-pasal yang berlaku. Ini menyusul maraknya laporan rasisme dalam sepak bola Inggris beberapa bulan belakangan.

Advertisement

Bulan lalu misalnya, seorang suporter Manchester City ditangkap karena meniru gestur monyet yang diarahkan kepada pemain Manchester United, Fred.

Pada hari yang sama, dalam laga lanjutan League Two atau kompetisi sepak bola kasta ketiga Inggris antara Scunthorpe United and Forest Green Rovers, pertandingan dihentikan karena rasisme.

Terakhir, pada 22 Desember, bek Chelsea, Antonio Rudiger mengklaim menerima tindakan rasialis dari suporter Tottenham Hotspur. Sayang, hasil investigasi gagal menyingkap siapa dalang insiden tersebut.

2 dari 2 halaman

Serius Melawan Rasisme

Eksekutif PFA, Gordon Taylor mengaku tak main-main dalam melawan serangan rasisme. Ia berharap pemerintah mau membantu menyesuaikan hukum, khusunya terkait rasisme dalam sepak bola.

"PFA semangat membawa perkara ini. Kami akan terus melobi pemerintah untuk setidaknya memberikan hukuman keras kepada pelaku rasisme dalam sepak bola. Mudah-mudahan pelaku bisa dipenjara. Ini sangat penting. Cukup sudah dengan rasisme dalam sepak bola," ujar Taylor.

Pada 2017 lalu, suporter Manchester United ditangkap dan dibui selama 16 pekan karena menyerang Raheem Sterling dengan ujaran kebencian dan rasisme.

 

Sumber: Daily Mail