Profil Tim Piala Eropa 2020 : Spanyol

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 29 Feb 2020, 22:50 WIB
Piala Eropa 2020 - Profil Tim Spanyol (Bola.com/Adreanus Titus)

PUBLIK Spanyol mendapat kejutan istimewa ketika Luis Enrique Martinez memutuskan kembali menjadi pelatih kepala. Bagaimana tidak, alih-alih memberi sinyal optimistis, eks pemain Barcelona dan Real Madrid tersebut membuat masyarakat negeri Matador tersebut deg-degan.

Yup, Luis Enrique menyatakan kalau Spanyol tak memiliki harapan berjaya di pentas Piala Eropa 2020. Ia mengaku tak yakin dengan kekuatan sekarang, meski berjaya sepanjang babak kualifikasi.

Advertisement

"Ya". Jawaban itu telontar dari mulut Luis Enrique. Namun, bukan atas pertanyaan apakah Spanyol bisa menjadi jawara pada Piala Eropa 2020, melainkan tak yakin meraih trofi seperti 2008 dan 2012.

Publik dan media yakin, Luis Enrique memiliki alasan kuat sampai harus mengabarkan pesimistis tersebut jauh-jauh hari. Satu yang pasti, kata Enrique, adalah sudah berlalunya masa kejayaan.

Enrique mengerucutkan pada kekuatan terkini di internal timnas Spanyol. Menurutnya, seluruh generasi emas sudah pergi, dan membuat tim menjadi limbung. Bukti tersahih adalah kegagalan berutun pada tiga turnamen setelah generasi emas itu mengangkat trofi pada Euro 2012.

Memang, usai menjadi jawara Benua Eropa pada 2008 dan 2012, plus diselingi status juara dunia pada edisi 2010 di Afrika Selatan, sinar Spanyol redup. Mereka hanya terkenal sebagai tim yang selalu menjaga tradisi sebagia raja kualifikasi.

Sayang, begitu berperang di medan laga yang sebenarnya, Spanyol seolah kehilangan daya dobrak. Seperti tak ada tanduk milik banteng yang biasanya mengejar para penonton atau membuat susah barisan Matador.

 

2 dari 6 halaman

Catatan Kelam

Pemain timnas Spanyol, Diego Costa melakukan sundulan saat berebut bola pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 melawan Rusia di Stadion Luzhniki, Minggu (1/7). Rusia lolos ke perempat final setelah menang adu penalti 4-3 atas Spanyol. (AP/Antonio Calanni)

Catatan menyebutkan, Spanyol tersingkir begitu mudah pada tiga perhelatan setelah Euro 2012, yakni Piala Dunia 2014, Euro 2016 dan Piala Dunia 2018. Status juara bertahan pada Brasil 2014 seolah tak ada bekas setelah tersingkir pada fase grup. Empat tahun berselang, langkah mereka terhenti pada perdelapan final.

Nasib di level Eropa tetap mengenaskan. Membawa nama besar sebagai jawara Euro 2008 dan 2012, mereka seperti kehabisan bensin pada edisi 2016 di Prancis. Secara mengejutkan, mereka tak sanggup melewati adangan Italia, karena kalah 0-2 di Stade de France, Saint-Denis.

Setelah kegagalan di Euro 2016 dan Piala Dunia 2018, pihak RFEF alias PSSI-nya Spanyol, membuat perubahan. Mereka menunjuk Luis Enrique, yang kala itu dianggap menjadi yang terbaik. RFEF memersiapkan Enrique untuk Euro 2020 dan Piala Dunia 2022.

Seperti tradisi, tak ada persoalan berarti ketika mereka bersaing di Grup F Kualifikasi Piala Eropa 2020. Spanyol 'membabat' seluruh lawan alias meraih poin sempurna, plus lesakan 31 gol. Catatan tak pernah kalah tersebut menyamai beberapa negara lain seperti Ukraina, Denmark, Belgia dan Italia.

Meski sempurna, bukan berarti tanpa kendala. Luis Enrique sempat mundur, dan digantikan Robert Moreno. Beruntung, kala itu Spanyol sudah lolos ke putaran final Piala Eropa 2020.

 

3 dari 6 halaman

Modal Sempurna

Selebrasi pemain Spanyol (AP)

Kini, publik Spanyol berharap catatan sempurna pada fase kualifikasi bisa terbawa sampai ke putaran final. Sebuah harapan yang memberi tekanan terhadap Luis Enrique. Maklum, seperti ada pada awal tulisan, tim ini sedang krisis.

Generasi emas yang dulu membawa kejayaan, kini mulai dirajut lagi dengan warna berbeda. Meski Real Madrid dan Barcelona tetap menguasai kompetisi domestik, kini para penggawa Tim Matador lebih beragam.

Para senior memang masih menjadi bagian, seperti Sergio Ramos, Sergio Busquets, Dani Carvajal sampai Jordi Alba. Namun, di sana sekarang ada Rodri, Fabian Ruiz dan Mikel Oyarzabal. Belum lagi nama Gerard Moreno yang terus naik setelah mencetak tiga gol dan empat asis dari tiga pertandingan bareng timnas senior.

Sekadar informasi, Spanyol menjadi tim yang paling sedikit melakukan pemilihan dan rotasi pemain sepanjang babak kualifikasi. Tercatat, mereka hanya menurunkan 35 pemain, dan kondisi ini akan mempermudah Luis Enrique mencari komposisi terbaik.

Walhasil, tugas berat sudah menanti Luis Enrique. Setidaknya, Euro 2020 akan menjadi jembatan bagus, sekaligus pembuktian, bagi sang mantan gelandang agar bisa maksimal menuju Piala Dunia 2022.

 

 

4 dari 6 halaman

Profil Pelatih : Luis Enrique Martinez

Pelatih Spanyol, Luis Enrique, saat pertandingan melawan Kroasia pada laga UEFA Nations League di Stadion Manuel Martinez Valero, Selasa (11/9/2018). Spanyol menang 6-0 atas Kroasia. (AP/Alberto Saiz)

NAMANYA menanjak setelah tiga tahun menangani tim Barcelona B. Pada periode tersebut, beberapa nama berhasil dibawanya promosi, atau setidaknya berhasil masuk ke tim senior klub lain ketika keluar dari La Masia.

Para pesepak bola seperti Andreu Fontàs, Thiago, Jonathan dos Santos, Nolito, Jordi Masip sampai Martin Montoya, sempat mendapat pelajaran berharga. Begitu juga dengan Oriol Romeu, Sergi Roberto dan Jonathan Soriano, yang ditempa agar bisa menjadi pemain profesional.

Tiga tahun Luis Enrique menjadi bayangan Pep Guardiola, dan membuatnya ingin keluar. AS Roma menjadi dermaga pertama, lalu ke Celta Vigo dan kembali ke Barcelona pada 2014. Tak lama, mantan gelandang ini menerima pinangan untuk menangani timnas Spanyol.

Ia memutuskan kembali pada medio November 2019 lalu setelah sempat mundur dari kursi pelatih. Beberapa pengamat menilai, Luis Enrique mendapat tugas yang teramat berat. Ia mengalami suasana yang berbeda dengan beberapa pelatih terdahulu.

Luis Enrique dianggap harus membangun tim sendiri setelah kegagalan Spanyol di pentas Euro 2016 dan Piala Dunia 2018. Berasal dari pelatih tim junior, Luis Enrique mulai melakukan serangkaian perubahan. Kombinasi senior dan pemain muda menjadi ramuan yang dianggap bisa membahayakan siapapun lawan Spanyol nanti di Piala Eropa 2020.

Selain sederet pemain 'zaman dulu', Luis Enrique punya penggawa yang sedang berada di usia matang sebagai pesepak bola. Mereka di antaranya Dani Carvajal, Juan Bernat, Inigo Martinez, Alvaro Morata, Thiago Alcantara, Isco sampai Sergi Roberto.

Deretan nama matang tersebut bisa mengerek para pemain muda yang sudah menjadi bintang di klub. Beberapa nama tersebut antara lain Adama Traore, Mikel Oyarzabal, Dani Olmo, Fabian Ruiz, Rodri sampai sang bintang muda Barcelona, Ansu Fati.

Bagi Luis Enrique, berada di Euro 2020 akan menjadi ajang pembuktian kepantasan statusnya tersebut. Maklum, RFEF sudah mencanangkan, Spanyol harus menjadi jawara pada Piala Dunia 2022.

Artinya, pada event yang diselenggarakan secara keroyokan pada musim panas nanti, Spanyol memang tak akan mengejar trofi. Hal itu tercermin dari ucapan Luis Enrique, yang pesimistis menghadapi perhelatan Euro 2020. Namun, siapa tahu ada kejutan, ya nggak Lucho?

 

 

5 dari 6 halaman

Pemain Bintang : Rodrigo Hernández Cascante

Gelandang Manchester City, Rodrigo, berusaha melepas tendangan saat melawan Liverpool pada laga Community Shield di Stadion Wembley, London, Minggu (4/8). City menang 1-1 (5-4) atas Liverpool. (AFP/Adrian Dennis)

FANS Spanyol harus mulai melupakan Sergio Ramos, Sergio Busquets sampai Jordi Alba ataupun Alvaro Morata. Para pelanggan skuat Tim Matador tersebut memang sudah tak diragukan lagi bakal menjadi bagian dari kekuatan pada Piala Eropa 2020.

Namun, kali ini, mereka wajib menyambut senjata baru yang punya potensi tinggi pada Euro 2020 nanti. Yup, Rodrigo Hernández Cascante bakal menjadi aura lain dari kekuatan Spanyol.

Pelatih Spanyol, Luis Enrique layak mencoba Rodrigo Hernández Cascante. Secara jenjang karier, ia sudah melewati fase yang benar, yakni dari mulai timnas U-16, U-19 sampai U-21, sebelum dicomot Enrique ke level senior.

Ia juga tergolong pemain yang komplet. Hal tersebut yang membuat Pep Guardiola kesengsem, dan berhasil membujuk manajemen Manchester City untuk mengeluarkan uang lebih dari Rp1 triliun guna membawa sang pemuda ke Etihad Stadium.

Kapasitas permainan Rodrigo sejak berada di Atletico Madrid dan kini di Manchester City, tergolong konsisten. Ia hanya butuh menit bermain yang lebih banyak, terutama guna mengasah cara membaca bola.

Hebatnya, selain berposisi sebagai gelandang bertahan, Rodrigo punya kemampuan lain, yakni playmaker. Beberapa kali ia menunjukkan kemampuan itu ketika berbaju Atletico Madrid maupun Villarreal.

Pelatih Villarreal yang menemukan bakat Rodrigo, Marcelino mengakui kalau 'tongkrongan' Rodrigo sangat cocok untuk jenis apapun, kecuali bek sayap ataupun fullback. "Ia punya daya jelajah tinggi, cepat beradaptasi dan punya visi yang bagus. Itulah yang membuat tim pelatih junior Villarreal merekomendasikannya untuk naik kelas," ucap sang entrenador.

Pelatih yang mematangkan sepak terjang Rodrigo kala junior adalah Fran Escriba. Di tangan Escriba, kemampuan Rodrigo semakin lengkap, dan membuat Diego Simeone jatuh hati.

 

6 dari 6 halaman

Jalan Menuju Piala Eropa 2020

Pemain Spanyol Santi Cazorla merayakan golnya ke gawang Malta pada babak kualifikasi Grup F Piala Eropa 2020 di Stadion Ramon de Carranza, Cadiz, Spanyol, Jumat (15/11/2019). Spanyol menang 7-0. (AP Photo/Miguel Morenatti)

TIMNAS Spanyol tak menemui kesulitan lolos ke putaran final Piala Eropa 2020. Mereka berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan pada fase kualifikasi.

Berikut ini hasil pertandingan Timnas Spanyol pada babak kualifikasi Piala Eropa 2020 :

1. Spanyol 2 - 1 Norwegia

2. Malta 0 - 2 Spanyol

3. Kepulauan Faroe 1 - 4 Spanyol

4. Spanyol 3 - 0 Swedia

5. Rumania 1 - 2 Spanyol

6. Spanyol 4 - 0 Kepulauan Faroe

7. Norwegia 1 - 1 Spanyol

8. Swedia 1 - 1 Spanyol

9. Spanyol 7 - 0 Malta

10. Spanyol 5 - 0 Rumania

Jadwal Pertandingan Spanyol pada Piala Eropa 2020 :

15 Juni 2020 : Spanyol Vs Swedia (Stadion San Mames, Bilbao)

20 Juni 2020 : Spanyol Vs Polandia (Stadion San Mames, Bilbao)

24 Juni 2020 : Pemenang Play-off Vs Spanyol (Stadion San Mames, Bilbao)