Proliga 2020: Main Penuh Semangat, BJB Tandamata Bungkam Petrokimia Gresik

oleh Erwin Snaz diperbarui 06 Mar 2020, 22:00 WIB
BJB Tandamata saat menghadapi Petrokimia Gresik di GOR C-tra Arena, Bandung di ajang Proliga 2020 Seri 2 putaran kedua (6/3/2020). (Bola.com/Istimewa)

Bola.com, Bandung - Tim BJB Tandamata menang telak atas Petrokimia Gresik dengan skor 3-0 (25-10, 25-15, 24-11). Kedua tim bertarung di GOR C-tra Arena, Bandung, Jumat (6/3/2020) dalam lanjutan Seri 2 putaran kedua Proliga 2020.

Pada set pertama, BJB Tandamata langsung mengebrak Petrokimia. Tim asuhan Risco Herlambang itu cukup cepat mendulang poin hingga skor akhir 25-10. Memasuki set kedua, Petrokimia memberikan perlawanan hingga memimpin dengan skor 3-2.

Advertisement

Namun, BJB kembali bangkit dan membalikkan skor hingga poin akhir set kedua tetap milik BJB, 25-15.

Tak sampai di situ, pada set ketiga, BJB makin tajam dan membuat permainan seolah tak berimbang, hingga skor berakhir 24-11.

Risco Herlambang mengaku kemenangan telak anak asuhnya itu memang sudah diprediksi karena lawan yang dihadapi paling bawah di klasemen. Meski begitu, ia belum merasa puas dengan permainan Yola Yuliana dkk.

"Tim BJB makin solid, walau tadi belum kelihatan bermain cepat. Saya ingin bermain cepat, tapi tadi masih main lambat dengan mengandalkan April dan Nicoleta," ujar Risco.

Risco berharap di laga kedua, melawan BNI 46, pada Minggu (8/3/2020), tim asuhnya bisa bermain cepat.

"Itu PR saya di laga tadi, dan mudah-mudahan tim makin solid di pertandingan kedua nanti," imbuh Risco.

Yola Yuliana menambahkan, kemenangan telak BJB Tandamata karena semua pemain bermain lebih semangat dibandingkan putaran pertama lalu.

"Alhamdulillah, kami menang 3-0. Mungkin karena main di Bandung, jadi kami bermain lebih semangat bermain, apalagi ada keluarga dan warga Bandung yang menonton. Jadi semangat," kata Yola.

2 dari 2 halaman

Petrokimia Dihuni Skuad Muda

BJB Tandamata saat menghadapi Petrokimia Gresik di GOR C-tra Arena, Bandung di ajang Proliga 2020 Seri 2 putaran kedua (6/3/2020). (Bola.com/Istimewa)

Pelatih Gresik Petrokimia, Niu Guogang, mengaku kekalahan tim asuhannya karena skuad Petrokimia dihuni pemain muda, paling tua berusia 20 tahun, sehingga masih banyak hal yang harus diperbaiki.

Ia berharap ke depannya stamina, teknik, mental pemain makin meningkat dan ada saling percaya satu sama lain.

"Masih banyak kekurangan jika dibandingkan dengan tim lawan (BJB Tandamata). Jadi, peluang ke final four sudah berat. Tapi, saya melihat pemain ada sedikit peningkatan," ujar Niu.

Pemain Petrokimia, Ajeng Viona, berharap ke depan semua rekannya lebih kompak dengan persiapan yang lebih matang lagi.

"Dari permainan tadi, kekurangan kami seperti dalam hal blok dan defence juga kurang tenang. Itu semua jadi pelajaran buat kami. Semoga ke depannya bisa saling menyemangati satu sama lain. Yang penting, tunjukkan main bagus dan ada peningkatan di setiap pertandingan," tutur Ajeng.