PBSI Ikut Berduka atas Wafatnya Djoko Santoso

oleh Rizki Hidayat diperbarui 10 Mei 2020, 15:01 WIB
Djoko Santoso

Bola.com, Jakarta - Mantan Panglima TNI Djoko Santoso meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2020). Wafatnya Djoko mengundang duka, termasuk dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Panglima TNI pada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto pasca-operasi pendarahan di otak. Sayangnya, kondisi Djoko Santoso tak membaik dan meninggal dunia pada Minggu pagi WIB.

Advertisement

Rencananya, Djoko akan dimakamkan di San Diego Hills di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Wafatnya Djoko Santoso mengundang dukacita sejumlah pihak.

PP PBSI yang merupakan federasi olahraga yang pernah dipimpin Djoko menyampaikan duka cita.

"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Telah berpulang ke rahmatullah Mantan Ketua Umum PP PBSI periode 2008-2012, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, pagi tadi di RSPAD Gatot Subroto," tulis akun Twitter resmi PBSI.

"Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah Subhanallahu wa Ta'ala. Aamiin Ya Robbal Alamin," lanjut pernyataan tersebut.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Karier Djoko Santoso di PBSI

Ketua Umum PBSI, Gita Wirjawan (kanan), menyerahkan potongan tumpeng kepada mantan Ketua Umum PBSI, Djoko Santoso, dalam perayaan HUT PBSI ke-65 di Pelatnas Bulutangkis PBSI, Cipayung, Jakarta, (9/5/2016). (Bola.com/Arief Bagus)

Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada pilpres 2019 itu memimpin PBSI dari 2008 sampai 2012. Beberapa prestasi bulutangkis yang hadir pada era Djoko antara lain medali emas Asian Games 2010.

Ketika itu, Markis Kido/Hendra Setiawan menggondol medali emas setelah mengalahkan pasangan asal Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, dengan skor 16-21, 26-24, dan 21-19.

Selain gelar tersebut, ada juga medali All England 2012 yang datang dari Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir. Meski begitu, Djoko Santoso sempat didesak mundur lantaran dianggap gagal mendatangkan banyak prestasi.

Namun, dia tetap menjabat hingga masa jabatannya berakhir. Djoko lalu digantikan Gita Wirjawan pada 2012.

Berita Terkait