Menganggap Sepak Bola Indonesia Punya Potensi Besar, Pelatih PSIS Berikan Saran

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 14 Mei 2020, 14:30 WIB
Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, duduk di bench menjelang pertandingan melawan Arema FC di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (14/3/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Semarang - Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, menilai sepak bola Indonesia punya potensi besar untuk bisa berkembang dan maju. Menurut pelatih asal Serbia itu, Timnas Indonesia juga bisa berprestasi di level internasional.

Namun, Djukanovic menilai ada banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki. Terutama manajemen organisasi harus dinaikkan ke level yang jauh lebih tinggi.

Advertisement

"Maksud saya di sini, organisasi di level klub dan juga di federasi sebagai puncak olahraga ini. Profesionalisme harus ada di semua tingkat," ungkap Djukanovic kepada Bola.net.

Sebenarnya kata Dragan, pemain-pemain Indonesia punya bakat dan potensi untuk menjadi pemain hebat. Namun, pekerjaan di klub dan tim nasional dinilai tidak pada level tinggi.

"Saya pikir kuncinya adalah membawa pelatih yang serius. Banyak pelatih yang bekerja di sini tidak memiliki kualitas untuk kompetisi ini," imbuh eks pelatih Borneo FC itu.

"Ada banyak pelatih yang telah berada di sini selama bertahun-tahun di klub dan belum memberikan sesuatu yang realistis untuk kemajuan sepak bola di sini," tegas pelatih PSIS Semarang itu.

 

Video

2 dari 2 halaman

Perbaikan Fasilitas

Dragan Djukanovic melayani foto bersama dengan suporter PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (15/11/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Masalah lainnya adalah fasilitas yang belum memadai. Hampir sebagian besar tim masih kesulitan untuk mendapatkan tempat latihan dan bertanding yang layak hingga fasilitas pendukung lainnya.

"Klub membutuhkan fasilitas yang jauh lebih baik untuk latihan. Lapangan yang lebih baik, akomodasi, pusat kebugaran, dan lain-lain," jelasnya.

Namun, pelatih PSIS Semarang itu tak menampik adanya sejumlah klub yang mulai melakukan perubahan dengan membangun sejumlah fasilitas latihan. Selain itu, melakukan pembinaan usia dini dengan akademi sepak bola.

"Beberapa pemain membutuhkan pengetahuan dan Anda harus sering bekerja dengan mereka dan bersabar karena mereka memiliki banyak bakat," Dragan menambahkan.

"Saya pribadi menyukai pemain muda, dan Anda tahu saya memunculkan talenta di Kalimantan, seperti Terens Puhiri, Lerby Eliandry, Ridho, Jefry Kurniawan, dan Lastori," lanjutnya.

Djukanovic pun percaya dengan pembenahan demi pembenahan yang dilakukan, sepak bola Indonesia akan jauh lebih baik.

Sumber: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Mustopa El Abdy/Ari Prayoga, published 14/5/2020)

Berita Terkait