Kalah Telak 0-9 di China pada 2010, Titik Balik Kesuksesan Persipura di Piala AFC

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 21 Mei 2020, 16:00 WIB
Tim Persipura Jayapura berpose jelang partai perempat final Liga Champions Asia versus Arbil di Irak, 27 September 2011. AFP PHOTO/SAFIN HAMED

Bola.com, Jakarta - Persipura Jayapura memiliki kenangan pahit ketika debut di kompetisi Asia. Namun, klub berjulukan Mutiara Hitam itu berhasil bangkit dan mencetak sejarah di Piala AFC.

Cerita bermula ketika Persipura Jayapura tampil di Liga Champions Asia 2010. Persipura mendapatkan tiket tersebut berkat status juara Liga Super Indonesia 2008-2009.

Advertisement

Debut yang diidam-idamkan berjalan lancar, menjadi menyakitkan. Persipura hanya menang sekali dan menelan lima kekalahan. Persipura bak tim yang kalah kelas karena kebobolan 25 gol dan hanya mencetak empat gol.

Kekalahan mencolok yang dialami Persipura Jayapura terjadi ketika melawat ke Changchun City Stadium pada 9 Maret 2010. Ketika itu, Boaz Solossa dkk. harus menelan kekalahan 0-9 dari tim tuan rumah, Changchun Yatai.

Kekalahan itu membuat manajemen Persipura dan pelatih Jacksen F. Tiago melakukan perubahan besar-besaran dalam tim. Proyek ambisius untuk menaklukkan kompetisi Asia pun dimulai.

"Tim kami dipersiapkan secara matang. Persiapan kami untuk mencapai prestasi itu dimulai pada 2010, di mana tampil di Liga Champions Asia dan babak belur karena sampai kalah 0-9 di China," kata Jacksen F. Tiago di akun Youtube Ricky Nelson Coaching.

"Saya rasa itu dulu menjadi bagian dari persiapan kami. Sejak tahun itu, Persipura mulai melakukan perombakan tim, berupa peremajaan. Fokus kami bukan berprestasi di dalam negeri lagi, melainkan luar negeri," ucap Jacksen.

Persipura Jayapura kemudian mendatangkan pemain-pemain asing berkualitas semisal Zah Rahan Krangar, Otavio Dutra, Lim Joon-sik, dan Beto Goncalves. Perlahan tapi pasti Persipura berhasil bangkit.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Cetak Sejarah

Pemain Persipura Jayapura Tinus Pae (tengah) mencoba melewati dua pemain Chonburi FC pada pertandingan Piala AFC di Stadion Mandala Jayapura, Papua. (Antara)

Satu musim berselang, Persipura Jayapura berlaga di Piala AFC. Pasukan asuhan Jacksen F. Tiago tersebut tampil gemilang dan mampu melenggang sampai perempat final. Namun, Persipura dipaksa menyerah dengan agregat 1-3 dari klub Irak, Erbil.

"Akhirnya, kami mencoba pada 2011. Kami merintis hingga perempat final dan kalah dari Arbil Irak," kenang Jacksen.

Puncak kesuksesan Persipura terjadi pada Piala AFC 2014. Ketika itu, Persipura berhasil mencetak sejarah sebagai satu-satunya klub Indonesia yang mampu menembus semifinal Piala AFC. Ketika itu, Persipura gagal ke final karena menyerah 2-10 dari klub Kuwait, Al-Qadsia.

"Pada 2014 kami mampu dan itu menjadi momen luar biasa karena memiliki tim yang bagus, punya kedalaman skuat, dari pemain belakang, tengah hingga depan. Semua pemain kualitasnya sangat bagus dan pemain berada dalam puncak performa," ucap Jacksen.

Pada Piala AFC 2015, Persipura gagal melanjutkan penampilan gemilang karena tersingkir di babak 16 besar. Persipura kalah Walked Out dari Pahang FA. Itu menjadi penampilan terakhir Persipura di kancah sepak bola Asia.

Sumber: Youtube Ricky Nelson Coaching

Berita Terkait