Penyebab Juventus Jadi Bulan-bulanan Real Madrid di Final Liga Champions 2017, Bukan karena Konflik Internal

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 26 Mei 2020, 16:26 WIB
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, tampak kecewa usai gawangnya kebobolan pada laga final Liga Champions di Stadion Millennium, Sabtu (3/6/2017). Juventus kalah 1-4 dari Real Madrid. (AFP/Javier Soriano)

Bola.com, Turin - Juventus dibuat tak berdaya saat menghadapi Real Madrid pada final Liga Champions 2017. Pada laga di Cardiff tersebut, Juventus jadi bulan-bulanan El Real dengan skor 1-4. 

Final Liga Champions 2017 jadi saksi kejayaan Real Madrid meraih trofi ketiga dalam empat tahun setelah mengalahkan Juventus. Real Madrid memang tampil lebih tangguh pada pertandingan tersebut.

Advertisement

Betapa tidak, skor 4-1 cukup membuktikan kualitas Los Blancos. Cristiano Ronaldo membawa Madrid unggul terlebih dahulu di menit ke-20, tapi Mario Mandzukic bisa menyamakan kedudukan jadi 1-1 di menit ke-27.

Skor 1-1 bertahan sampai turun minum. Harapan Bianconeri masih ada. Namun, pada akhirnya Juve justru kebobolan tiga gol dan kalah telak.

Kekalahan ini cukup kontroversial, kabarnya Juve kalah karena konflik antara pemain di ruang ganti. Namun, Giorgio Chiellini membantah tudingan itu dan menceritakan masalah sebenarnya.

Apa sebenarnya masalah yang melanda Juventus

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 3 halaman

Isu Konflik Internal

Bek Juventus, Giorgio Chiellini (Twitter/Giorgio Chiellini).

Kalah di final merupakan pukulan telak bagi Juventus. Mereka sudah lama memimpikan trofi Liga Champions, tapi sekali lagi gagal di partai pemungkas. Muncul isu bahwa skuad Bianconeri bertengkar di ruang ganti karena saling menyalahkan.

"Sudah ada banyak isu tentang kekalahan dari Real Madrid di final Liga Champions Cardiff yang terkenal itu," kata Chiellini.

"Ya, sebenarnya tidak ada kejadian aneh. Kami hanya kelelahan. Mengapa kami berhenti berjuang usai menyamakan kedudukan? Untuk apa?"

"Kami saat itu tidak kalah 0-3, dan bahkan jika demikian pun tidak masuk akal. Tidak ada kejadian apa pun di paruh waktu. Tidak ada yang bertengkar," imbuhnya.

 

 

3 dari 3 halaman

Hanya Kelelahan

Melalui otobiografinya, Chiellini menegaskan kekalahan itu hanya karena Juventus kelelahan. Tidak ada konflik apa pun, para pemain benar-benar kelelahan karena berjuang keras di babak pertama.

"Kami kalah karena kami kelelahan. Final-final itu selalu datang terlambat bagi kami. Kami sangat kelelahan setelah babak pertama, Mandzukic bahkan harus berjuang keras untuk berjalan, Pjanic juga demikian," imbuh Chiellini.

"Keduanya dirawat di ruang ganti, untuk lutut mereka, sembari pelatih (Massimiliano Allegri) berbicara. Kami kehabisan napas. Kami berjanji akan bangkit, skor masih 1-1. Namun, final itu berakhir dramatis," tutupnya.

Sumber: Marca

Disadur dari: Bola.net (Penulis Richard Andreas, published: 26/5/2020)

Berita Terkait