5 Bintang Timnas Brasil Peraih Medali Emas Olimpiade 2016, Nasib Neymar Paling Cerah

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 04 Jun 2020, 10:15 WIB
Olimpiade - Timnas Brasil (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Olimpiade menjadi turnamen yang banyak memunculkan pesepak bola bertalenta istimewa. Fenomena itu disuguhkan Timnas Brasil ketika meraih medali emas Olimpiade Rio De Jenairo 2016.

Sebagai tim tuan rumah, Brasil tentu tak main-main dalam mempersiapkan skuad. Pelatih Rogerio Micale memanggil pemain-pemain muda potensial untuk mengisi skuad Timnas Brasil U-23.

Advertisement

Sebanyak tiga pemain senior yakni yang usianya melewati 23 tahun dipanggil. Mereka adalah Neymar yang ketika itu berusia 24 tahun, Renato Augusto yang berusia 28 tahun, dan kiper Weverton yang juga berumur 28 tahun.

Brasil tergabung di Grup A bersama Denmark, Irak, dan Afrika Selatan. Pada dua laga awal, Timnas Brasil kurang meyakinkan karena ditahan 0-0 oleh Afrika Selatan dan Irak.

Pada laga terakhir, Brasil berhasil melumat Denmark dengan skor 4-0. Kemenangan telak itu cukup mengantarkan Brasil ke perempat final dengan status juara Grup A.

Neymar dan Gabriel Jesus adalah kunci kemenangan 6-0 Brasil atas Honduras di semifinal Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. (REUTERS/Bruno Kelly)

Brasil kemudian mendepak Kolombia dengan skor 2-0 di perempat final. Pada laga semifinal, kegarangan tim tuan rumah berlanjut setelah melumat Honduras dengan skor 6-0.

Pada laga final, Brasil berjumpa tim tangguh lainnya yakni Jerman. Pertandingan harus berlanjut ke babak penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1.

Brasil kemudian meraih medali emas setelah menang 5-4 dari Jerman pada drama adu penalti. Ini menjadi medali emas pertama Brasil dari cabang olahraga sepak bola.

Bola.com mencatat ada lima pemain penting dalam kesuksesan Brasil. Lantas, bagaimana nasib para pemain bintang yang membantu Timnas Brasil meraih medali emas Olimpiade 2016?

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 6 halaman

1. Marquinhos

4. Marquinhos (Brasil), tak ada yang meragukan kemampuan bek muda asal klub Paris Saint Germain ini. Dirinya disiplin mengawal lini tengah Brasil dan memiliki potensi menjadi bek terbaik dunia di masa depan. (AP/Silvia Izquierdo)

Marquinhos menjadi bagian penting dari Timnas Brasil U-23 pada Olimpiade 2016. Marquinhos yang saat itu berusia 22 tahun menghuni lini belakang A Selecao dan tampil sebanyak enam kali serta mencetak satu gol.

Setelah mempersembahkan medali emas Olimpiade 2016, Marquinhos masih malang melintang di sepak bola Eropa. Marquinhos sampai saat ini masih memperkuat Paris Saint-Germain.

Marquinhos menjadi bagian penting dari kesuksesan PSG dalam beberapa musim terakhir. Sejak Olimpiade 2016, Marquinhos berhasil mempersembahkan tujuh gelar piala domestik untuk PSG.

3 dari 6 halaman

2. Rafinha

Rafinha, Timnas Brasil. (AFP/Luis Acosta)

Rafinha ketika itu memperkuat Timnas Brasil pada Olimpiade 2016 di usia 23 tahun. Rafinha berhasil tampil mengesankan di lini tengah Brasil.

Rafinha tercatat tampil sebanyak lima kali di Timnas Brasil. Namun, kegemilangan karier Rafinha di Timnas U-23 tak berlanjut ke timnas senior.

Sejauh ini, Rafinha baru tampil sebanyak dua kali. Adapun di level klub, Rafinha masih menjadi bagian dari Barcelona meski saat ini sedang menjalani masa pinjaman bersama Celta Vigo.

4 dari 6 halaman

3. Felipe Anderson

Felipe Anderson, Timnas Brasil. (AFP/Evaristo Sa)

Felipe Anderson juga punya peran penting dalam membawa Brasil meraih medali Olimpiade 2016. Ketika itu, Felipe Anderson tampil sebanyak empat kali dan sukses mencetak satu assist.

Felipe Anderson menghuni posisi sayap kiri dan dikenal memiliki kecepatan. Pengalaman Felipe Anderson sudah terasah karena bermain di Lazio.

Namun, Felipe Anderson juga gagal menembus skuad utama Brasil dan baru mencatakan dua pertandingan sampai saat ini. Felipe Anderson sekarang membela West Ham United dan sudah tampil sebanyak 57 kali.

5 dari 6 halaman

4. Gabriel Barbosa

Penyerang Brasil, Gabriel Barbosa, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Jepang pada laga ujicoba jelang Olimpiade 2016 Rio Janeiro di Goiania, Brasil, Minggu (30/7/2016). Brasil menang 2-0 atas Jepang. (AP/Eraldo Peres)

Gabriel Barbosa tampil mengesankan di Olimpiade 2016. Gabriel berhasil mencetak dua gol dalam enam pertandingan bersama Timnas Brasil U-16.

Setelah Olimpiade, Gabriel Barbosa bergabung dengan Inter Milan. Namun, Gabriel gagal bersinar sehingga harus menjalani tiga kali pinjaman bersama Benfica, Santos, dan Flamengo.

Gabriel saat ini dipermanenkan oleh Flamenggo sejak 2020. Namun, belum mencatatkan penampilan di Serie A Brasil.

6 dari 6 halaman

5. Neymar

Kapten Brasil, Neymar, menggiring bola berusaha melewati pemain Jepang, Riki Harakawa, pada laga ujicoba jelang Olimpiade 2016 Rio Janeiro di Goiania, Brasil, Minggu (30/7/2016). Brasil menang 2-0 atas Jepang. (AP/Eraldo Peres)

Neymar menjadi pemain paling berperan di Timnas Brasil U-23 saat meraih medali emas Olimpiade 2016. Neymar yang ketika itu mengisi slot pemain senior karena sudah berusia 24 tahun turun sebanyak tujuh kali, mencetak empat gol dan tiga assist.

Neymar juga ketika itu berperan sebagai kapten Timnas Brasil U-23. Setelah itu, karier Neymar semakin melejit bersama Barcelona.

Setahun kemudian pada 2017, Neymar membuat kejutan dengan bergabung dengan Paris Saint-Germain. Neymar ketika itu memecahkan rekor transfer yakni menjadi pemain termahal dunia dengan banderol transfer 222 juta euro (Rp3,5 triliun).

Harga mahal yang dikeluarkan PSG untuk Neymar tak sia-sia. Pemain asal Brasil itu berhasil mempersembahkan enam trofi sejak memperkuat PSG.

Sumber: Squawka

Berita Terkait