The Jakmania Menilai Masih Riskan untuk Melanjutkan Liga 1 2020

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 26 Jun 2020, 06:30 WIB
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, saat bermain FIFA 20 di Kantor KLY, Gondangdia, Kamis (25/6/2020). Acara bertajuk BOLA Esports Challenge ini mempertemukan pemain Persija dengan The Jakmania pada pertandingan FIFA 20. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, berpendapat terlalu riskan untuk melanjutkan Shopee Liga 1 2020. Menurut Diky, jika PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) bersikeras melanjutkan kompetisi di tengah pandemi hanya akan menimbulkan masalah baru.

PSSI memang sudah mendapatkan restu dari Anggota Komite Eksekutif (Exco) untuk melanjutkan Shopee Liga 1 2020. Rencananya, pertandingan pekan keempat bakal bergulir pada September atau Oktober mendatang.

Advertisement

Namun, The Jakmania berharap PSSI dan PT LIB memikirkan dua poin yang sangat krusial buat klub, yakni masalah keuangan dan kesehatan. Menurut Diky, aturan soal dua hal tersebut belum benar-benar jelas dan berpotensi merugikan klub.

Diky berpendapat saat pandemi ini keuangan klub sedang mendapatkan tekanan hebat. Semua klub peserta Shopee Liga 1 2020 terdampak pandemi virus corona. Apalagi ada wacana kompetisi bakal bergulir tanpa kehadiran penonton di stadion.

"Bagaimana klub itu bisa bertahan selama pandemi ini, di mana pemasukan tidak ada, sponsor juga harus negosiasi ulang, protokol COVID-19 yang banyak dan ribet," kata Diky Soemarno kepada Bola.com, Kamis (25/6/2020).

"Jangan sampai ketika mereka memaksakan kompetisi justru memunculkan masalah lain, yaitu kewajiban terhadap pemain. Mungkin Persija bisa bertahan karena memiliki sponsor dan finansial yang kuat. Akan tetapi, untuk tim-tim lain bagaimana?" ucap Diky.

Selain itu, sulit untuk penerapan protokol kesehatan di tengah perilaku masyarakat Indonesia yang masih sering mengabaikan penerapan aturan jaga jarak. Menurut Diky, pertandingan sepak bola nantinya bakal berpotensi menjadi tempat penyebaran baru COVID-19.

"Apakah pandemi ini bisa betul-betul diselesaikan dengan baik? Misalnya ada peraturan orang dilarang datang ke stadion. Siapa yang bisa melarang orang bisa tidak berada di sana?" ujar Diky.

"The Jakmania sebagai kelompok suporter hanya bisa mengimbau, tapi untuk terjun langsung kami masih mengikuti instruksi pemerintah. Jadi memang ada banyak hal yang dipikirkan. Semoga federasi atau operator punya solusi yang terbaik buat kompetisi kita," tegas Diky.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Lebih Baik Ditunda

Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, saat bermain FIFA 20 di Kantor KLY, Gondangdia, Kamis (25/6/2020). Acara bertajuk BOLA Esports Challenge ini mempertemukan pemain Persija dengan The Jakmania pada pertandingan FIFA 20. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Diky Soemarno menilai The Jakmania meminta PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk memikirkan ulang rencana bergulirnya liga. Jangan karena demi menjaga citra Indonesia yang bakal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, malah memaksakan kompetisi digelar semasa pandemi.

The Jakmania siap mendukung kembali kompetisi jika sudah ada aturan yang jelas. Nantinya, hal itu bisa menjadi pertimbangan klub-klub peserta Shopee Liga 1 2020.

"Intinya, selama semuanya belum aman dan belum dipikirkan dengan baik, kami The Jakmania berpendapat liga dihentikan lebih dulu. Sampai betul-betul semua protokol dan kemungkinan yang akan terjadi bisa dipikirkan," ungkap Diky.