The Jakmania: Bahaya Kalau Jakarta Jadi Tuan Rumah Lanjutan Shopee Liga 1 2020, Persija Bisa Rugi

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 01 Jul 2020, 09:15 WIB
Pemain Persija Jakarta merayakan gol yang dicetak oleh Evan Dimas, ke gawang Borneo FC pada laga Shopee Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Minggu, (1/3/2020). Persija menang 3-2 atas Borneo FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Jakarta tidak direkomendasikan menjadi tuan rumah lanjutan Shopee Liga 1 2020. Kondisi di ibu kota disebut belum memungkinkan untuk menghelat pertandingan sepak bola di tengah pandemi virus corona.

"Selama pandemi COVID-19 masih berkembang dan masih naik atau grafiknya tinggi, saya merasa bahaya kalau Jakarta menjadi tuan rumah Shopee Liga 1," ujar Ketua The Jakmania, Diky Budi Ramadhan kepada Bola.com.

Advertisement

"Sebab, akan banyak yang ke sini. Belum lagi biaya menyelenggarakan pertandingan Shopee Liga 1? Nanti siapa yang menanggung? Karena sejauh ini informasinya belum jelas," kata pria yang tenar dengan nama Diky Soemarno tersebut.

Menurut situs corona.jakarta.go.id, angka pertumbuhan kasus COVID-19 di Jakarta masih tinggi. Dari 56.386 orang yang terdeteksi virus corona, 11.276 di antaranya berasal dari ibu kota. Dalam kurun waktu 16-27 Juni 2020, kasus baru COVID-19 di Jakarta selalu berada di atas 100.

"Apakah pemerintah, PSSI, atau PT Liga Indonesia Baru menangung biaya semua pertandingan Shopee Liga 1 dan semua tes virus corona? Sebab, biayanya itu tinggi. Kita tahu, semua industri tiarap di level yang sama. Semua bisnis tengah hancur-hancuran. Jadi sponsor akan berpikir Ketika menghabiskan uang untuk sepak bola saat pandemi virus corona seperti ini," imbuh Diky.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Klub Bisa Boncos

Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, saat bermain FIFA 20 di Kantor KLY, Gondangdia, Kamis (25/6/2020). Acara bertajuk BOLA Esports Challenge ini mempertemukan pemain Persija dengan The Jakmania pada pertandingan FIFA 20. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Selain kondisi Jakarta yang belum memadai, Diky juga mempertanyakan biaya yang akan ditanggung Persija jika mengajukan menjadi tuan rumah Shopee Liga 1 2020. Apabila klub harus memikul beban tanpa bantuan PSSI, maka tim berjulukan Macan Kemayoran itu terancam merugi.

"Begitu dengan Persija. Pemasukan tiket tidak ada, gaji pemain harus tetap dibayar. Kalau memang harus menanggung hal-hal yang lain lagi, klub bisa makin boncos. Itu sebenarnya yang The Jakmania jaga," imbuh Diky.

"Kami ingin menjaga Persija tetap sehat, tetap hidup bagaimana caranya. Oke, kalau memang sepak bola mau dijalankan, tolong dukung semuanya. Jangan cuma menyuruh diputar, tapi tidak mendukung hal-hal lain semisal yang berkaitan dengan kesehatan dan finansial," tuturnya.

Adapun, Jakarta tidak termasuk ke dalam kandidat tuan rumah lanjutan Shopee Liga 1 yang akan Kembali diputar pada Oktober 2020. Kompetisi kasta teratas Liga Indonesia itu kemungkinan berpusat di Yogyakarta.

Berita Terkait