Joko Ribowo Gembira PSIS Berkandang di Stadion Citarum

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 14 Jul 2020, 05:15 WIB
Stadion Citarum, markas PSIS Semarang untuk kelanjutan Liga 1 2020. (Dok. PSIS Semarang)

Bola.com, Semarang - Keinginan PSIS Semarang untuk menggunakan Stadion Citarum sebagai kandang pada lanjutan Shopee Liga 1 2020, mendapat respons yang positif dari pemain. Kiper PSIS, Joko Ribowo bergembira mendengar timnya akan bermain di Semarang.

Seperti diketahui, manejemen PSIS sedang melakukan pembenahan di sejumlah titik Stadion Citarum. Setelah lapangan dan tribune penonton mengalami perombakan besar sebelum kompetisi, kini wajah Stadion Citarum semakin menawan.

Advertisement

Bench pemain untuk kedua tim sudah terpasang rapi. Lampu penerangan stadion juga sudah terpasang berdiri kukuh di empat sudut. Fasilitas lain seperti ruang ganti sedang diperbaiki, sehingga dapat benar-benar layak untuk markas PSIS.

Bagi Joko, keputusan timnya berkandang di Semarang adalah hal yang sangat baik. Menurut mantan kiper Arema ini, bermain di Semarang adalah saat yang ditunggu oleh pemain.

Tim kebanggaan Panser Biru dan Snex ini menjadi tim musafir sejak promosi ke Liga 1 pada 2018. Stadion Jatidiri direnovasi sehingga  PSIS berkandang di Magelang.

"Bisa bermain di Stadion Citarum tentu sangat positif. Kami sudah lama ingin merasakan bermain di kota sendiri," ungkapnya kepada Bola.com, Senin (13/7/2020).

"Atau jika bermain di wilayah Jawa Tengah untuk lanjutan kompetisi nanti juga positif untuk PSIS. Minimal tidak terlalu melelahkan bagi saya. Bisa dengan jalur darat dengan waktu tempuh tidak lama," tutur sang kiper.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Tidak Ada Pilihan Lain

Kiper PSIS Semarang, Joko Ribowo, memberikan arahan kepada rekannya saat menghadapi Bhayangkara FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Selasa (20/8). PSIS menahan imbang 0-0 Bhayangkara. (Bola.com/Yoppy Renato)

Pemain asal Pati ini turut mengomentari kemungkinan besar kelanjutan kompetisi tanpa melibatkan penonton. Menurutnya, tidak ada pilihan lain.

"Tanpa penonton pasti beda atmosfernya. Cuma karena kondisinya masih seperti ini, harus ditempuh. Risikonya lebih besar kalau banyak penonton di saat pandemi masih merebak," jelas Joko Ribowo.

Berita Terkait