Bek Arema Tak Masalah Shopee Liga 1 2020 Bakal Punya Jadwal Super Padat

oleh Iwan Setiawan diperbarui 21 Jul 2020, 05:00 WIB
Pemain Arema FC, Ahmad Alfarizi, melakukan pemanasan saat latihan di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat (29/3). Latihan ini persiapan jelang perempat final Piala Presiden 2019 melawan Bhayangkara FC. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Malang - Shopee Liga 1 2020 akan dilanjutkan Oktober mendatang. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi akan membuat jadwal super padat.

Karena kompetisi ini sempat terhenti medio Maret hingga September lantaran pandemi virus corona. Konsekuensinya, setiap klub harus merampungkan 31 pertandingan hanya dalam waktu 5 bulan.

Advertisement

Sehingga dalam satu minggu, klub harus terbiasa menjalani dua pertandingan. Bek kiri Arema FC, Ahmad Alfarizi mengaku siap menghadapi situasi seperti ini.

"Bagi saya, lebih cepat lebih bagus musim ini selesai. Dan soal jadwal padat, bukan hanya Arema yang merasakan. Tapi semua klub sama. Jadi tidak masalah,” jelas pemain 30 tahun ini.

Bagi pemain, kompetisi cepat selesai memang lebih bagus. Karena musim ini gaji mereka dipangkas 50 persen. Penyebabnya klub tak dapat pemasukan maksimal setelah PSSI memutuskan Liga 1 dilanjutkan tanpa penonton.

Tentunya mereka berharap musim depan kompetisi sudah berjalan normal kembali. Sehingga mereka berkorban separuh gaji hanya sampai akhir musim ini saja.

 

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Lebih Lelah

Bek Arema FC, Ahmad Alfarizi. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Selain itu, kompetisi Shopee Liga 1 2020 juga lebih melelahkan. Meski dipusatkan di Pulau Jawa, tapi justru mayoritas menggunakan perjalanan darat. Karena sejumlah klub luar Jawa memilih kandang di Yogyakarta dan sekitarnya.

"Sekilas memang dekat mainnya hanya di Jawa saja. Tapi kalau perjalanan darat sebenarnya lebih lama juga. Karena bisanya meski jauh naik pesawat jadi cepat,” sambung Ahmad Alfarizi pemain andalan Arema ini. 

Tentunya Arema akan lebih banyak away ke daerah Yogyakarta. Kemungkinan besar akan diberlakukan sistem dua kali away dan dua kali home untuk efisiensi operasional klub.

Karena jarak antar pertandingan hanya beberapa hari saja. "Meski hanya away di Jawa, rasanya tetap sama seperti ke luar pulau. Karena agak lama juga pulangnya (jika 2 kali away),” tegas pemain yang akrab disapa Jhon ini.

Berita Terkait