Markus Horison Optimistis Pembinaan dan Kompetisi Usia Muda Bawa Sepak Bola Indonesia Lebih Berprestasi

oleh Nandang Permana diperbarui 25 Jul 2020, 17:00 WIB
Markus Horison ngobrol santai dengan kiper Mitra Kukar, Shahar Ginanjar, di Solo. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Mantan kiper Timnas Indonesia, Markus Horison, merasa perkembangan sepak bola usia muda di Indonesia telah berkembang dengan sangat baik. Namun, mantan kiper PSMS Medan itu juga berpesan bahwa para pemain muda yang akan menjadi andalan Timnas Indonesia pada masa depan harus mempelihatkan disiplin dan kerja keras sejak masih dini.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembinaan usia muda dan kompetisinya yang berjenjang sudah dimulai. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan Timnas Indonesia, baik di kategori U-16, U-19, maupun U-22, dalam meraih prestasi di level Asia Tenggara.

Advertisement

Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri pernah menjadi juara Piala AFF U-19 2013, di mana saat itu menjadi era munculnya Evan Dimas, Hansamu Yama, dan pemain muda lainnya. Kemudian Fakhri Husaini membawa Timnas Indonesia U-16 menjuarai Piala AFF U-16 2018 yang diperkuat si kembang Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi, serta pemain-pemain masa depan sepak bola Indonesia lainnya.

Terkini, Indra Sjafri membawa Timnas Indonesia U-22 menjuarai Piala AFF U-22 2019. Prestasi di tim nasional kelompok umur itu menjadi bukti pemain muda Indonesia punya kualitas yang mumpuni.

Belum lagi adanya sejumlah kompetisi Elite Pro Academy yang digelar oleh PSSI dan melahirkan pemain-pemain muda berkualitas yang kemudian menjadi andalan di tim nasional kategori umur.

Menurut Markus Horison, pencapaian pemain muda di level internasional menjadi bukti bahwa kualitas pemain yang dimiliki Indonesia tidak kalah dari negara-negara lain yang sudah memiliki level sepak bola yang lebih tinggi.

"Kuncinya ada pada pembinaan dan kompetisi yang berjenjang. Kalau pembinaannya bagus, kompetisinya juga sudah bagus, pasti akan memberikan pengaruh ke jenjang yang lebih tinggi hingga ke level senior," ujar Markus Horison kepada Bola.com, Jumat (24/7/2020).

"Sekarang sudah lebih baik soal pembinaan dan kompetisi. Ada Elite Pro Academy U-16 dan U-18. Kemudian juga ada Liga 1 U-19. Secara perlahan tapi pasti, akan menuju arah prestasi," lanjut mantan kiper Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 itu.

 

Video

2 dari 2 halaman

Pesan untuk Klub dan Pemain Muda

Markus Horison pun berharap semua program yang telah digagas oleh PSSI dalam beberapa tahun terakhir bisa disambut baik oleh semua kalangan sepak bola, termasuk klub-klub yang ada.

"Dengan banyak klub dan kompetisi yang menjadi wadah, bisa melahirkan pemain-pemain berkualitas untuk Timnas Indonesia. Kalau tidak ada kompetisi usia muda, tapi tiba-tiba ke senior, akan kurang bagus. Semua akan berbeda ketika mereka merintis karier dari kompetisi usia muda, jadi mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan jam terbang di tim nasional kelompok umur," ujar Marcus.

 

Menurut Markus, keberhasilan sepak bola Indonesia bukan hanya dari pembinaan dan kompetisi, tapi yang paling penting adalah para pemain muda harus disiplin dalam setiap latihan.

"Saya berharap pemain muda yang ada dari Sabang sampai Merauke tetap berlatih dan berlatih, kemudian terus disiplin di dalam maupun di luar lapangan, serta mengikuti arahan pelatih," tegasnya.

 

Berita Terkait