Valentino Rossi Buka-bukaan Konfliknya dengan Yamaha, Periode Buruk Musim Lalu, dan Perubahan Motor yang Berujung Podium

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 28 Jul 2020, 16:26 WIB
MotoGP - Valentino Rossi (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jerez - Setelah menunggu selama 17 seri atau setara dengan 1 tahun 3 bulan 14 hari Valentino Rossi akhirnya naik podium lagi dengan finis ketiga pada MotoGP Andalusia 2020 di Sirkuit Jerez, Minggu (26/7/2020). Podium tersebut terasa seperti kemenangan bagi The Doctor. 

Selebrasi dan ekspresi wajahnya mencerminkan kelegaan dan kebahagiaan luar biasa. Pembalap Monster Energy Yamaha itu seperti keluar dari lorong yang gelap dan menemukan cahaya baru. 

Advertisement

Valentino Rossi mengakui mengalami fase yang berat dan pernah berpikir untuk mundur dari dunia yang dicintainya. Dia juga sempat merasa membalap tak lagi menyenangkan. 

Podium di Jerez mengubah semuanya. Rossi mengatakan podium tersebut diraih dengan jalan berliku. Ada konflik dengan Yamaha dalam perjalanannya. Pembalap Italia itu dan Yamaha terlibat ketegangan karena tak sepakat tentang settingan motor. 

Bahkan, semuanya tambah semakin buruk pada balapan perdana MotoGP 2020. Motor Rossi bermasalah sehingga gagal finis.  

"Setelah balapan yang buruk, tim dan saya tidak membicarakan apa pun. Saya mulai berpikir mungkin ini saatnya tinggal di rumah. Saya frustrasi karena tak merasa senang. Saya juga khawatir telah memutuskan tetap membalap dan harus menjalaninya dengan kondisi seperti itu," kata Rossi, seperti dilansir GP One, Senin (27/7/2020). 

Banyak orang yang membandingkan periode suram Rossi di Yamaha pada musim lalu mirip dengan keterpurukannya saat membela Ducati pada 2011-2012. Rossi membenarkan masa-masa di Ducati memang sulit dan membuatnya sempat berpikir untuk berhenti. 

"Bahkan sepanjang tahun itu, saya juga melalui masa-masa sulit. Saya tak yakin apakah akan lanjut. Tapi, kemudian Yamaha mengambil saya lagi dan memberikan 10 tahun. Ketika Anda tak meraih hasil bagus, mudah untuk berpikir semuanya sudah selesai. Seperti orang-orang lain," urai Valentino Rossi

 

2 dari 3 halaman

Terlibat Ketegangan

Bos Yamaha, Massimo Meregalli, lega kedua pebalapnya, Valentino Rossi dan Maverick Vinales mampu meraih podium kedua dan ketiga di MotoGP Jerman 2018. (Instagram/@yamahamotogp)

Setelah kembali ke Yamaha lagi pada pada 2012, Rossi belum pernah juara lagi. Prestasi terbaiknya adalah finis kedua pada musim 2014, 2015, dan 2016. 

Musim lalu adalah periode terburuknya di Yamaha. Rossi hanya menempati posisi ketujuh, seperti raihannya di Ducati pada 2011. 

Situasinya bertambah buruk ketika Rossi gagal finis pada MotoGP Jerez 2020. The Doctor mengaku frustrasi. Bagi dia kegagalan itu bukan hanya bermakna satu balapan, tetapi kerja selama setahun. Rossi merasa sulit melakukan perubahan, karena masalah kebijakan pabrikan. Rossi merasa menaiki motor yang tidak sesuai gayanya. Motor tersebut lebih mengakomodasi gaya membalap Fabio Quartararo dan Maverick Vinales. 

Valentino Rossi dan Yamaha kemudian terlibat ketegangan selama empat hari soal setelan motor. Rossi dan timnya ngotot ingin mengubah setelan sesuai kebutuhannya, tapi Yamaha sempat menolaknya. Akhirnya setelah hari keempat Yamaha luluh juga.  

"Di satu sisi, hal normal bagi mereka berpikir saya seharusnya membalap seperti Fabio dan Maverick, mereka melaju kencang. Mungkin saya bukan pembalap tercepat di lintasan saat ini, tapi saya bisa meraih hasil bagus. Terkadang saya heran mengapa posisi mereka terlalu cerdas terhadap saya. Selain itu sulit mencari alasan ketika Anda tak kencang," ujar Rossi. 

 

3 dari 3 halaman

Lebih Optimistis

Fabio Quartararo dan Valentino Rossi saat naik podium MotoGP Andalusia. (AP Photo/David Clares)

Saat ditanya apa perubahan signifikan pada motor M1 yang membuatnya mampu tampil kompetitif, Rossi memberikan penjelasan panjang lebar. Dia juga menyinggung periode buruknya sepanjang 2018 dan 2019 yang menurutnya tak lepas dari perbaikan teknisi pada motornya.  

"Banyak hal. Kami berjalan ke arah yang berbeda. Poinnya, antara 2018 dan 2019, para teknisi mencoba cara lain untuk memecahkan masalah pada pemakaian ban belakang. Pada awalnya, semuanya berjalan bagus. Saya dapat dua podium. Tapi, setelah itu tak ada lagi, karena saya tak bisa membalap sesuai yang saya sukai, ketika hendak membelok. Tapi saya tidak bermaksud mencari-cari alasan atas hasil saya," urai Rossi. 

Rossi juga mengaku lebih optimistis setelah meraih hasil bagus di MotoGP Andalusia. 

"Secara teori, kami melakukan sesuatu untuk melindungi ban belakang, tapi tidak merampungkan masalah, dan saya bertambah lambat. Pada Jumat (FP3 MotoGP Andalusia) saya akhirnya bisa mengubahnya dan saya merasa gembira lagi. Saya tahu akan menikmati balapan yang bagus. Itu fundamental bagi saya. Kini saya merasa lebih optimistis menghadapi seri-seri selanjutnya," terang Yamaha. 

Sumber: GP One