Alasan Aprilia Lebih Ganas di Cuaca Panas dan Race Penuh dalam Perebutan Gelar MotoGP 2026

Mengapa Aprilia lebih menyukai cuaca panas dan balapan panjang dalam perebutan gelar MotoGP 2026.

Bola.com, Jakarta - Aprilia Racing membuka musim MotoGP 2026 dengan dominasi yang mencolok, memenangi tiga balapan utama beruntun.

Namun, hasil yang kurang konsisten di sesi Sprint menunjukkan adanya perbedaan karakter performa motor mereka dalam dua format balapan.

Perbedaan itu berkaitan erat dengan perubahan regulasi ban sejak 2023.

MotoGP memangkas pilihan kompon ban belakang dari tiga; lunak, medium, dan keras, menjadi dua, yakni lunak dan medium.

Dalam praktiknya, ban lunak yang menawarkan daya cengkeram tinggi, tetapi cepat aus lebih sering digunakan di Sprint, sementara ban medium yang lebih tahan lama menjadi pilihan utama di balapan penuh hari Minggu.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Perbedaan Performa Aprilia

Pola tersebut juga terlihat sepanjang musim ini. Setiap balapan Sprint selalu menggunakan ban belakang lunak sebagai pilihan utama, sedangkan mayoritas pembalap memilih ban medium untuk balapan utama.

Di sinilah perbedaan performa Aprilia terlihat jelas.

Sepanjang Sprint musim ini, Aprilia hanya meraih satu kemenangan dan tiga podium, dua di antaranya lewat Jorge Martin dan satu dari Raul Fernandez. Sebaliknya, di balapan utama, mereka sudah mengoleksi tiga kemenangan dan tujuh podium.

Dominasi itu sempat terhenti di MotoGP Spanyol 2026 pada Minggu (26-4-2026), ketika kemenangan direbut pembalap Ducati, Alex Marquez.

Kunci Performa

Meski begitu, Aprilia tetap tampil kompetitif dengan finis kedua melalui Marco Bezzecchi dan posisi keempat lewat Jorge Martin.

Manajer tim Aprilia, Paolo Bonora, menjelaskan bahwa kombinasi suhu tinggi dan penggunaan ban medium menjadi faktor kunci performa motor RS-GP.

"Kalau melihat kondisi hari ini, dengan cuaca cerah dan suhu tinggi, ini situasi yang kami sukai," ujar Bonora kepada TNT Sports setelah balapan di Jerez.

"Ban belakang kompon medium memberi stabilitas yang kami butuhkan, baik untuk motor maupun pembalap. Dengan kondisi itu, pembalap bisa mengelola tenaga motor dengan lebih baik hingga akhir balapan," lanjutnya.

Evaluasi Sprint dan Balapan Minggu

Bonora juga menyoroti pentingnya hasil di hari Minggu tersebut setelah tim pabrikan Aprilia gagal total di Sprint dengan tidak ada pembalap yang finis.

"Itu balapan yang luar biasa," kata Bonora seusai balapan penuh.

"Setelah Sabtu yang sangat sulit, ketika tiga pembalap kami tidak meraih poin, kami tetap menjaga pola pikir positif dan fokus penuh ke balapan hari ini."

Ia menegaskan bahwa kegagalan di Sprint bukan disebabkan kesalahan pembalap, melainkan faktor situasional.

"Kami melupakan hari Sabtu, itu cara yang tepat untuk menghadapi situasi buruk seperti itu. Bukan kesalahan pembalap. Marco mengalami nasib buruk dengan tear-off, dan Jorge terkena masalah prosedur sehingga bahkan tidak bisa menyelesaikan lap pertama," ujar Bonora.

 

Sumber: Crash

Video Populer

Foto Populer