Alasan Pelatih Madura United Memaklumi Penundaan Shopee Liga 1 2020

oleh Aditya Wany diperbarui 02 Okt 2020, 05:45 WIB
Rahmad Darmawan, pelatih Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Bangkalan - Madura United ikut terdampak mundurnya restart Shopee Liga 1 2020. Sebelumnya, Direktur PT Polana Madura Bersatu (PBMB), Ziaul Haq, menyinggung kerugian klub yang dialami akibat penundaan tersebut.

Kompetisi kasta tertinggi Indonesia itu seharusnya dimulai lagi pada hari ini, Kamis (1/10/2020). Namun, PSSI memutuskan untuk memundurkan Liga 1 selama sebulan, lantaran tidak mendapatkan izin dari Polri yang mempertimbangkan angka kasus positif COVID-19 di Indonesia masih meningkat.

Advertisement

Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, bisa memahami situasi tersebut. Tim Laskar Sape Kerap hanya bisa menerima keputusan dari federasi, di samping mereka juga bakal melakoni agenda tim seperti biasanya.

"Tanggapan saya pribadi, kami bisa mengerti kondisi psikologis yang terjadi. Kami melihat suasana dalam beberapa hari terakhir, kalau kita kaitkan dengan kondisi penyebaran COVID-19 yang terus naik. Sehingga kemudian ada penundaan," ungkap pria yang akrab disapa RD itu.

Madura United, seperti yang juga dialami oleh 17 klub Liga 1 lainnya, terlanjur melakukan persiapan untuk menyambut kompetisi. Mereka telah memanggil para pemain yang selama enam bulan terakhir berada di kampung halaman masing-masing.

Para pemain asing juga datang jauh-jauh dari negara asalnya. Bahkan, Madura United telah merekrut striker asing baru, yaitu Bruno Lopes. Persiapan di luar lapangan, seperti stadion yang menjadi venue laga kandang, juga telah dilakukan.

"Saya bersyukur, untuk sementara waktu, Liga 1 tidak dihentikan, tetapi ditunda satu bulan," imbuh pelatih Madura United itu.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Matangkan Persiapan

Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, tengah berdiskusi dengan tim kepelatihannya. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)

Pria yang juga menjabat sebagai manajer Madura United itu memilih untuk tetap mematangkan persiapan. Dengan ditunda sebulan, ada kemungkinan Liga 1 2020 digelar pada November nanti, meski belum ada kepastian tanggal.

"Idealnya sebuah klub melakukan (persiapan) pramusim itu dua bulan. Kami melakukan pramusim satu bulan, menurut saya kurang. Kalau ini ada waktu, tentu kami akan memanfaatkan ini," ucap pelatih berusia 54 tahun itu.

"Walaupun kami juga memberikan masa recovery untuk pemain, mungkin kami istirahatkan, tetapi bukan istirahat lama, maksimal tiga hari," tutur Rahmad Darmawan, yang pernah menangani Timnas Indonesia U-23 tersebut.

Berita Terkait