Winger Timnas Malaysia, Safawi Rasid Susul Anak Sultan Asia Tenggara Berkiprah di Liga Portugal

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 04 Okt 2020, 16:15 WIB
Gelandang Malaysia, Muhammad Safawi Rasid, berusaha melewati pemain Indonesia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Johor Bahru - Winger Timnas Malaysia dan Johor Darul Ta'zim (JDT), Safawi Rasid, menyusul Faiq Bolkiah untuk berkiprah di Liga Portugal. Pemain berusia 23 tahun itu bergabung dengan Portimonense.

JDT meminjamkan Safawi Rasid ke Portimonense selama semusim. Dia menjadi pemain Asia Tenggara kedua yang bermain di Liga Portugal pada musim ini.

Advertisement

Sebelumnya, Faiq Bolkiah lebih dulu merapat ke Maritimo. Dia adalah keponakan dari Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah. Sebagai anggota keluarga Kerajaan Brunei Darussalam, pemuda berusia 22 tahun itu disebut-sebut sebagai pesepak bola terkaya di dunia.

Safawi Rasid telah memainkan partai terakhirnya bersama JDT pada Jumat (2/10/2020). Dia membantu tim berjulukan Harimau Selatan ini membungkam Sabah FA 4-1 sekaligus mengunci gelar Liga Super Malaysia untuk yang ketujuh kalinya secara beruntun.

Safawi Rasid bergabung dengan JDT pada 2017 setelah meninggalkan T-Team. Dia bermain dalam 55 pertandingan dan mencetak 25 gol untuk Harimau Selatan.

Video

2 dari 2 halaman

Komentar Safawi Rasid

Penyerang Malaysia, Safawi Rasid (AFP/Kamarul Akhir)

Safawi Rasid, pencetak dua gol ke gawang Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, berjanji akan bekerja keras selama masa peminjaman di Portimonense. Dia berharap nantinya tidak hanya sekadar numpang lewat di benua biru.

"Ini adalah kesempatan saya untuk menunjukkan kepada semuanya mengenai kualitas saya. Siapa tahu, dengan peminjaman ini, ada kans untuk saya berkarier lebih lama di Eropa," imbuh Safawi Rasid dinukil dari Goal International.

"Ketika saya belajar sepak bola, pola pikir saya adalah suatu hari saya ingin bermain di luar negeri, di Eropa. Setiap harinya, saya bisa melihat pemain bintang di sana. Jadi, keinginan itu selalu menjadi mimpi saya untuk memiliki peluang yang sama," tuturnya.