Mengenal Duo Mahessa, Pemain Keturunan Jerman yang Dijajal Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-19

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 24 Okt 2020, 09:30 WIB
Luah Fynn Jeremy Mahessa dan Kelana Noah Mahessa. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Setelah dua pemain keturunan Inggris, Jack Brown dan Elkan Baggott, memperlihatkan kemampuan yang mereka miliki bersama Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Shin Tae-yong mengundang dua pemain keturunan lain sesaat sebelum menjalani laga uji coba terakhir kontra Hajduk Split pada 20 Oktober lalu.

Dua pemain keturunan itu berasal dari Jerman dan merupakan kakak beradik. Kelana Noah Mahessa, sang kakak, satu tahun lebih tua ketimbang adiknya, Luah Fynn Jeremy Mahessa.

Advertisement

Keduanya merupakan pemain berdarah Indonesia dari sang ayah, Rully Mahessa, yang berasal dari Sukabumi. Namun, dua pemain muda itu lahir dan besar di Jerman. Bahkan keduanya pernah menjalani trial bersama Persela Lamongan pada 2019.

Shin Tae-yong memang membuka pintu sebesar-besarnya kepada pemain-pemain terbaik yang mungkin didapatkannya untuk membela Timnas Indonesia U-19. Undangan untuk dua pemain asal Jerman ini merupakan bukti bahwa pelatih asal Korea Selatan itu ingin melihat semua potensi pemain yang bisa memperkuat tim asuhannya.

"Saya mengundang dua pemain ini untuk datang ke Kroasia karena ingin melihat langsung kualitas mereka. Pertimbangan mendatangkan dua pemain ini ke Kroasia karena jarak dari negara mereka (Jerman) tidak terlalu jauh ke sini," kata Shin Tae-yong seperti dikutip situs resmi PSSI, Selasa (20/10/2020).

Sebelum keduanya dipanggil ke pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19, Kelana Noah Mahessa dan Luah Fynn Jeremy Mahessa saat ini bermain di klub Jerman. Kelana yang lahir pada 30 Januari 2001 diketahui memperkuat Bonner SC.

Adapun Luah yang lahir pada 30 Juli 2002 saat ini memperkuat Tidak FC. Kehadiran keduanya tentu menjadi opsi tambahan buat Shin Tae-yong di Timnas U-19.

Apalagi kedua pemain tersebut memiliki postur tubuh tinggi seperti yang diinginkan Shin Tae-yong. Noah dan Luah tentu saja bakal menjadi kekuatan baru untuk menambah kualitas Timnas Indonesia U-19 yang akan bermain di Piala AFC dan Piala Dunia U-20 2021.

Video

2 dari 4 halaman

Debut Bersama Timnas Indonesia U-19

Pelatih Shin Tae-yong menilai seluruh pemain Timnas Indonesia U-19 tampil bagus, termasuk duo debutan pemain blasteran Jerman, Kelana Noah Mahessa dan Luah Fynn Jeremy Mahessa. (dok. PSSI)

Kelana Noah Mahessa dan Luah Fynn Jeremy Mahessa langsung mendapatkan debutnya bersama Timnas Indonesia U-19 satu hari setelah bergabung bersama Tim Garuda Muda itu di Kroasia. Keduanya bermain dalam laga uji coba terakhir tim asuhan Shin Tae-yong itu yang berakhir dengan kemenangan 4-0 atas Hajduk Split.

Empat gol Timnas Indonesia U-19 dicetak oleh Bagas Kaffa, Pratama Arhan lewat titik putih, Beckham Putra Nugraha yang juga lewat titik putih, dan ditutup oleh Jack Brown. Penampilan Kelana dan Luah pun cukup baik dalam pertandingan tersebut. Keduanya pun senang bisa mendapatkan kesempatan untuk memperlihatkan permainan mereka di depan Shin Tae-yong, meski belum terlalu puas.

"Saya senang kami meraih kemenangan atas Hajduk Split. Namun, saya belum puas dengan performa saya di lapangan," ujar Kelana.

"Saya harus terus bekerja keras dan berjuang sehingga bisa mendapatkan tempat di Timnas Indonesia U-19," lanjutnya.

Tak berbeda dengan sang kakak, Luah Fynn Jeremy Mahessa mengatakan, "Saya berharap bisa menembus skuat Timnas U-19. Kami bermain cepat dan sering melakukan serangan melalui kedua sayap."

Permainan keduanya pun mendapatkan respons positif dari Shin Tae-yong. Menurutnya, kedua pemain sudah tampil baik, terutama sang kakak.

"Untuk dua pemain baru, yakni Kelana Mahessa dan Luah Mahessa, saya merasa mereka bermain cukup baik. Terutama penampilan Kelana," tegas Shin Tae-yong seperti dilansir dari situs resmi PSSI.

3 dari 4 halaman

Shin Tae-yong Masih Penasaran

Luah Fynn Jeremy Mahessa mendapatkan debut dari pelatih Shin Tae-yong dalam laga uji coba saat Timnas Indonesia U-19 menang 4-0 atas Hajduk Split. (dok. PSSI)

Shin Tae-yong boleh mengaku cukup puas dengan penampilan kedua pemain keturunan Jerman itu dalam debut mereka di Timnas Indonesia U-19. Namun, pelatih asal Korea Selatan itu tampaknya masih penasaran ingin memberikan kesempatan bermain lagi untuk Kelana dan Luah.

"Kedua pemain ini cukup bekerja keras. Kelana sedikit lebih baik performanya hari ini. Mungkin keduanya tidak memiliki cukup waktu untuk menunjukkan performanya," kata Shin Tae-yong seperti dikutip dari PSSI TV, Rabu (21/10/2020).

Namun, sayangnya, pertandingan kontra Hajduk Split menjadi laga uji coba terakhir Timnas Indonesia U-19 di Kroasia. Dua laga uji coba tersisa yang dijadwalkan tidak bisa digelar sehingga tim asuhan Shin Tae-yong itu harus pulang lebih cepat.

4 dari 4 halaman

Butuh Waktu

Dua pemain keturunan Indonesia-Jerman yang diundang Shin Tae-yong ke pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Kroasia adalah Kelana Noah Mahessa dan Luah Fynn Jeremy Mahessa. (dok. PSSI)

Kelana sendiri mengaku masih perlu mengenal Timnas Indonesia U-19. Ia membutuhkan waktu lebih banyak untuk bisa beradaptasi dengan rekan-rekan setimnya yang sudah lebih dulu bergabung bersama skuat Garuda Muda.

"Kami harus segera mengenal tim ini, bagaimana cara bermainnya, dan gaya permainan yang diinginkan pelatih. Saya rasa wajar bila kami kesulitan beradaptasi dengan cara bermain tim. Kami hanya punya waktu dua hari bersama tim," ujar Kelana seperti dikutip dari PSSI TV, Kamis (22/10/2020).

Sementara bagi sang adik, Luah Mahessa, permainan Timnas Indonesia U-19 memang berbeda dengan yang selama ini dijalaninya di Jerman. Tentunya akan butuh waktu beradaptasi bagi dirinya demi bisa menyatu sepenuhnya bersama Beckham Putra Nugraha dkk.

"Saya melihat gaya permainan Timnas Indonesia U-19 cukup berbeda dengan permainan di Jerman. Permainan cepat dengan bola-bola panjang. Ketika berada di klub saya, tempo permainannya tidak terlalu cepat dan tidak banyak mengandalkan umpan lambung. Sementara di sini, tempo permainan sangat cepat dan banyak melakukan umpan lambung ke pemain sayap yang kemudian melakukan tusukan ke area dalam," ungkap Luah.

Namun, Kelana menegaskan keyakinannya untuk bisa menembus skuat Garuda Muda di Piala Dunia U-20 2021. "Saya yakin ke depan kami bisa beradaptasi dengan gaya permainan tim dan berharap bisa membantu Timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20 tahun depan," tegas sang kakak.

Berita Terkait