Marko Simic dan 5 Pemain Eropa Timur yang Meramaikan Kompetisi Shopee Liga 1 2020

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 26 Okt 2020, 10:15 WIB
Liga 1 - Marko Simic, Serif Hasic, Aleksandar Rakic (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Shopee Liga 1 2020 diramaikan oleh kehadiran sejumlah pemain asing dari Eropa Timur. Banyak di antaranya yang bersinar, sebut saja Marko Simic.

Pada awal musim Shopee Liga 1 2020, terdapat delapan pemain dari Eropa Timur. Namun, Persela Lamongan melepas bek asal Makedonia, Jasmin Mecinovic.

Advertisement

Bicara pemain Eropa Timur di Liga 1, terutama sejak Perserikatan dan Galatama dileburkan menjadi Liga Indonesia pada 1993, maka yang terlintas pertama di dalam pikiran adalah Dejan Gluscevic.

Penyerang Montenegro itu lima tahun berkarier di Liga Indonesia; bersama Pelita Jaya pada 1994, dan 1998-1999, di mana ia dipinjamkan ke Mastrans Bandung Raya pada 1995-1997. Nama Gluscevic kian populer setelah menorehkan tinta emas pada musim keduanya di Tanah Air.

Selain Gluscevic, pemain Eropa Timur lain yang populer di Liga Indonesia adalah Dejan Antonic. Pria yang saat ini melatih PSS Sleman tersebut dua tahun berkiprah di Tanah Air dengan membela Persebaya Surabaya pada 1995-1996, Persita Tangerang 1997, dan Persema Malang pada 1997.

Memasuki periode 2000-an, Persija Jakarta pernah mendatangkan duo Moldova pada musim 2005: Blajco Alexander, Pusca Garnedi. Sayangnya mereka hanya bertahan di turnamen pramusim saja, karena dinilai penampilannya mengecewakan.

Mereka mengulanginya lagi pada musim 2007-2008 dengan mendaratkan Evgeny Khmaruk. Nasib sang kiper lebih mending dibanding kedua pendahulunya, walau kariernya juga pendek di Tim Macan Kemayoran.

Minimnya kontribusi pemain dari Eropa Timur membuat tim-tim Liga Indonesia lebih memilih mendatangkan bule-bule dari regional lain. Namun, Arema bergeming dan mencoba peruntungan dengan merekrut Roman Chmelo.

Sempat diragukan bakal bisa sukses, sang pemain membius para penikmat sepak bola nasional dengan aksi energik ala pesepak bola berdarah Balkan ini. Sejak 2009 hingga 2012, tendangan keras pemain bernomor punggung 9 ini setia menemani kiprah Arema di Indonesia Super League (ISL), membentuk duet lini tengah mematikan bersama Esteban Guillen untuk menyokong duo pemain Singapura, Noh Alam Shah dan Muhammad Ridhuan.

Setelah itu, peserta-peserta Liga Indonesia kembali menaruh perhatian lebih kepada legiun asing dari Eropa Timur. Dimulai dari Ilija Spasojevic yang akhirnya dinaturalisasi, hingga kini Marko Simic yang terus mendominasi.

Memasuki era Liga 1, nyaris setiap tim memiliki pemain dari Eropa Timur. Selain Marko Simic, berikut ini rangkumannya dalam sajian khas Bola.com.

 

Video

2 dari 7 halaman

Marko Simic

Striker Persija Jakarta, Marko Simic, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Arema FC pada laga Shopee Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Sabtu (3/8). Persija bermain imbang 2-2 atas Arema. (Bola.com/YoppyRenato)

Warna Eropa Timur di Liga Indonesia era Liga 1 bangkit berkat kegarangan Simic. Kepopuleran striker berusia 31 tahun ini langsung meningkat drastis setelah membawa Persija menjuarai Piala Presiden 2018 sekaligus pemain tersubur turnamen pramusim itu dengan 11 gol.

Pada musim pertamanya bersama Persija di Liga 1 2018 setelah melanglang buana di Vietnam dan Malaysia, Simic berhasil mengantar tim ibu kota menjuarai kompetisi dan menorehkan 18 gol dari 30 laga.

Memasuki tahun keduanya, Simic gagal mempertahankan gelar bagi Persija. Namun, eks Melaka United ini berhasil merebut penghargaan top scorer Liga 1 209 dengan mencetak 28 gol dari 32 laga.

Total hingga Liga 1 2019 rampung, Simic mengemas 61 gol bersama Persija di kompetisi resmi, termasuk Piala Indonesia, Piala AFC, dan Kualifikasi Liga Champions Asia.

Selain karena ketajamannya, kebekenan Simic juga dipengaruhi oleh perawakannya yang tinggi besar khas pemain Eropa Timur. Bumbu-bumbu masalah di luar lapangan, seperti dugaan pelecehan terhadap pedangdut Via Vallen pada 2018, makin meningkatkan popularitasnya.

Selain Simic di pentas Shopee Liga 1 2020 ada Aleksandar Rakic, Danilo Sekulic pesepak bola asal Serbua yang membela Barito Putera. Di Persita Tangerang ada sosok Eldar Hasanovic (Bosnia) dan Yevhen Budnik (Ukraina). Persela Lamongan sempat meminang Jasmin Mecinovic asal Macedonia.

Kehadiran mereka membuat persaingan kompetisi kasta elite kian seru. Anggapan kalau pemain asal Eropa Timur tak bisa berkembang di Indonesia pelan-pelan hilang.

 

3 dari 7 halaman

Serif Hasic

Serif Hasic, bek anyar PSM, dalam sesi latihan. (Bola.com/Abdi Satria)

Pada awal 2020, tepatnya bulan Februari, jelang laga melawan Tampines Rovers dalam laga perdana Grup H Piala AFC 2020 di Stadion Jalan Besar Singapura, Rabu (12/2/2020), CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, mengenalkan bek Serif Hasic dan Nenad Bacina (asisten pelatih).

Menurut Munafri, tambahan dua personel ini berdasarkan rekomendasi pelatih Bojan Hodak. Kehadiran Hasic diharapkan memperkukuh lini belakang Juku Eja yang dinilai masih rawan.

Dengan tinggi 190 cm, Hasic bakal jadi duet 'menara kembar' dengan Hussein El Dor (Lebanon). Keduanya berpeluang diturunkan saat dijamu Tampines, karena sebelum tiba di Indonesia, Hasic sudah didaftarkan lebih dulu oleh PSM.

Pada kesempatan itu, Hasic mengungkapkan kebanggaannya bisa bergabung di PSM Makassar. Menurut bek berusia 32 tahun, sebelum menerima tawaran PSM, ia mencari tahu segala informasi terkait dengan klub yang pada November mendatang berusia 105 tahun ini.

"Saya juga melihat video-video tentang PSM di Youtube. Klub ini punya tradisi yang baik di sepak bola Indonesia. Tentu saya akan bekerja keras untuk membawa PSM meraih targetnya musim ini," ujar Hasic, yang pernah memperkuat Timnas Bosnia U-21 ini.

Hasic mengaku tidak ada masalah perihal adaptasi, meski baru pertama kali ke Indonesia. Apalagi di PSM Makassar ada Hodak dan Bacina yang akan membantunya.

 

4 dari 7 halaman

Aleksandar Rakic

Striker Barito Putera, Aleksandar Rakic. (Bola.com/Permana Kusumadijaya)

Aleksandar Rakic sejauh ini sudah mengemas 33 gol di Liga 1. Jumlah itu dikumpulkan Rakic bersama dua klub, yakni Tira Persikabo pada 2018 dan Madura United pada 2019.

Bahkan, Rakic mendapatkan sepatu emas pada debutnya di Indonesia ketika membela Tira Persikabo setelah mencetak 21 gol dalam semusim. Namun, saat ini Rakic belum lagi mampu menunjukkan ketajamannya bersama klub barunya.

Bermain untuk Barito Putera, Rakic belum mampu mencetak gol. Shopee Liga 1 2020 memang masih menyisakan 31 laga yang akan dimainkan Barito Putera, jadi menarik untuk menyaksikan penampilan asal Serbia itu.

Namun demikian, eks Madura United ini tampaknya tak akan lama berkarier di Indonesia. Hal itu disebabkan kontraknya akan berakhir pada November 2020.

"Pada 1 Oktober, kompetisi akan dimulai lagi, melanjutkan mulai pekan keempat. Sedangkan kontrak saya berakhir November. Mungkin saya hanya bermain beberapa pertandingan saja," kata Alexandar Rakic kepada Bola.com, Minggu (12/7/2020).

Rakic menambahkan hingga saat ini manajemen Barito Putera belum membicarakan apapun terkait perpanjangan kontrak. Melihat gelagat itu, Rakic mengatakan kemungkinan besar tidak akan bisa melanjutkan karier di Liga 1 atau pindah ke tim lain yang masih mau melanjutkan kompetisi.

Selain itu, Rakic juga mengutarakan kekecewaannya karena nasib Shopee Liga 1 2020 belum jelas. Padahal, ia sudah senang ketika kembali ke Indonesia dari negara asalnya.

Awalnya saya sangat senang setelah mendapatkan Visa untuk kembali ke Indonesia, dan Liga akan mulai awal Oktober. Tapi, kecewa juga, ketika saya sampai di Jakarta 29 September, dapat kabar dari agen kalau kompetisi ditunda lagi," kata peraih sepatu emas pada Liga 1 musim 2018 itu kepada Bola.com, Jumat (10/10/2020).

"Awalnya saya pikir itu lelucon saja, tapi setelah mendengar secara pasti dan melihat keadaan, sempat saya ingin pulang lagi langsung saat itu," kata pemain yang pernah berkostum Madura United ini.

 

5 dari 7 halaman

Danilo Sekulic

Pemain asing anyar Barito Putera, Danilo Sekulic (kiri) dengan CEO Hasnuryadi Sulaiman. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Danilo Sekulic menjadi pemain Barito Putera terakhir yang didatangkan. Coach Djadjang Nurdjaman yang merekomendasikan langsung.

"Pilihan pelatih (Djadjang Nurdjaman) dan manajemen jatuh pada Danilo Sekulic," kata Mundari Karya, manajer Barito Putera.

Sebelumnya, klub milik keluarga besar almarhum HA Sulaiman HB ini memilih mempertahankan Cassio Francisco. Selain itu, klub asal Kalimantan Selatan ini juga telah mendatangkan Aleksandar Rakic dari Madura United dan Yashir Islame dari Perak FA II.

Mundari Karya menambahkan, manajemen lebih mudah mendatangkan Danilo Sekulic, karena dia satu agen dengan Yashir Islame dan Alexander Rakic.

Pada 2016, Sekulic bergabung di tim besar Hungaria, Debrecen. Namun, dia tidak berkembang sehingga dipinjamkam ke klub Armenia, Alashkert.

Musim lalu Sekulic memilih hijrah klub Liga Serbia, Mladost. Ini bakal jadi musim pertama Sekulic di Asia dan pertama kali bermain di Liga 1 Indonesia.

Sekulic akan memperkuat pos vital tim Barito Putera sebagai gelandang bersama Bayu Pradana.

"Kami mohon doa dan dukungan seluruh pencinta Barito Putera. Baik warga Kalsel yang tinggal di daerah lain maupun di Banjarmasin. Tahun ini, kami telah berusaha maksimal untuk merekrut pemain terbaik di posisi masing-masing. Semoga prestasi tahun ini lebih dibanding musim lalu," tutur Hasnuryadi Sulaiman.

 

6 dari 7 halaman

Eldar Hasanovic

Pemain Persita Tangerang, Eldar Hasanovic, berlatih terpisah saat latihan di Lapangan Indoor Sport Center, Tangerang, Jumat (24/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Liga 1 Indonesia 2020. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Eldar Hasanovic menandatangani kontrak berdurasi satu tahun bersama Persita Tangerang pada Rabu (15/1/2020). Pemain yang baru akan menjalani musim debut di Indonesia itu merasa bahagia saat melihat dukungan luar biasa suporter Persita.

Eldar Hasanovic mengaku tidak butuh waktu lama untuk menerima tawaran dari Persita Tangerang. Pernah mendapatkan tawaran dari tim Indonesia membuat Eldar akhirnya tertarik untuk mencoba peruntungannya di Indonesia.

"Saya dapat tawaran dari Persita dan saya tidak berpikir terlalu panjang. Tahun lalu sebenarnya saya dapat beberapa tawaran untuk datang ke Indonesia, tapi tidak saya ambil," ujar Eldar.

"Jadi sekarang saya sempat browsing dan mencari info di media sosial, seperti Instagram dan Facebook hingga mengetahui sekarang Persita ada di Liga 1 dan memiliki banyak suporter. Saya berpikir kenapa tidak. Saya harus lihat apa yang terjadi di sini." lanjutnya.

Sepanjang kariernya, pemain kelahiran 1990 ini pernah membela tim kuat Slovenia, yakni MSK Zilina. Ia lantas melanglang buana ke sejumlah negara, termasuk Israel dan Bosnia-Herzegovina.

Persita Tangerang adalah klub Asia kedua Hasanovic. Pada 2017/2018, ia pernah bermain untuk tim asal China, Dalian Trascendece.

 

7 dari 7 halaman

Yevhen Bokhashvili

Striker PSS Sleman, Yevhen Bokhashvili, mengamati rekannya saat melawan Arema FC pada laga Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5). PSS menang 3-1 atas Arema. (Bola.com/Yoppy Renato)

Sebelum mencicipi Shopee Liga 1 2020, Yevhen Bokhashvili merupakan pemain asli binaan akademi Dnipro Dnipropetrovsk. Klub itu merupakan mantan penguasa di Liga Primer Ukraina.

Yevhen Bokhashvili berkarier di Dnipro Dnipropetrovsk dalam rentang 2010-2016. Namun, pemain berusia 27 tahun itu hanya mendapat empat kali kesempatan bermain.

Sebagian kariernya membuat Yevhen Bokhashvili harus dipinjamkan ke klub lain. Musim ini, Yevhen Bokhashvili merupakan andalan PSS Sleman di lini depan.

Yevhen Bokhashvili berhasil mencetak 16 gol dalam 33 laga bersama PSS. Bisa dipastikan Yevhen Bokhashvili masih akan menjadi andalan tim Elang Jawa dalam mengarungi musim baru di bawah asuhan pelatih Eduardo Perez.

Berita Terkait