Shopee Liga 1 Kembali Vakum, Kiper PSIS Ikuti Sekolah Calon Pelatih

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 08 Nov 2020, 05:30 WIB
Kiper PSIS Semarang, Joko Ribowo, memberikan arahan kepada rekannya saat menghadapi Bhayangkara FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Selasa (20/8). PSIS menahan imbang 0-0 Bhayangkara. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta Kiper PSIS Semarang, Joko Ribowo tak mau larut dalam kekecewaan soal kompetisi Shopee Liga 1 musim 2020 yang ditunda hingga awal tahun depan. Dia mengklaim masih bisa melakukan banyak aktivitas positif.

Skuad PSIS diliburkan setelah lanjutan Shopee Liga 1 2020 ditunda lagi. Sebagian besar pemain kembali atau pulang ke kampung halaman masing-masing, dan tetap menjaga kondisi fisik.

Advertisement

Bagi Joko Ribowo, kekosongan kompetisi diisi dengan menimba ilmu sebagai bekalnya saat pensiun nanti. Ia memilih bersekolah calon pelatih sepak bola di Jakarta.

Joko Ribowo mengambil lisensi C AFC yang digelar Asprov PSSI DKI Jakarta sejak Jumat (7/11/2020). Kursus yang ia tempuh baru selesai pada 18 November mendatang, dan dipusatkan di Hotel Rivoli Senen, Jakarta Pusat.

Dirinya mengungkapkan ingin meningkatkan ilmu kepelatihan yang bisa menjadi bekal di kemudian hari. Ia juga menambah jam terbang dan pengalaman sebagai pelatih untuk mengisi akademi sepak bola yang dirintisnya, yakni JRFA di Pati, Jawa Tengah.

"Saya juga punya akademi, sementara bicara tujuan ikut kursus, ya saya ingin adik-adik yang belajar bisa semakin tambah maksimal. Artinya saya sendiri juga harus meningkatkan ilmu sepak bola," beber kiper PSIS Semarang yang akrab disapa Jokri, Sabtu (7/11/2020).

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Joko Ribowo Football Academy

Aksi kiper PSIS Semarang, Joko Ribowo sebelum melakoni pertandingan. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Mantan kiper Arema tersebut mendirikan Joko Ribowo Football Academy (JRFA) pada 2018 di Pati, yang merupakan kampung halamannya. Di sela tidak ada kegiatan untuk tim PSIS Semarang, ia menggembleng anak didiknya dari beberapa kelompok usia.

Selain itu, Joko Ribowo tak menampik punya hasrat menjadi pelatih setelah gantung sepatu nanti. Sepak bola yang sudah sangat sulit dipisahkan dari hidupnya, akan terus ia geluti, terlebih selalu belajar menimba banyak ilmu.

"Harapan saya kedepan, adalah punya target tiap tahun meningkatkan level lisensi kepelatihan. Tahun depan rencana akan ambil lisensi kiper, kalau ada rejeki dan kesempatan," jelas pemain berusia 31 tahun.