Andrea Pirlo Pernah Dibikin Mati Kutu oleh Park Ji-sung, bak Dibuntuti Anjing Penjaga

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 09 Jan 2021, 15:30 WIB
Andrea Pirlo - Pirlo menjadi pemain legenda AC Milan dan Juventus. Pirlo tampil apik saat membawa AC Milan meraih trofi Liga Champions 2017, ia yang memberikan assist untuk gol kemengan AC Milan. (AFP/Giuseppe Cacace)

Bola.com, Jakarta - Kehebatan Andrea Pirlo pada masa keemasannya kerap membuat lawan-lawan gentar dan menyiapkan antisipasi khusus setiap menghadapinya. Tak terkecuali manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. 

Andrea Pirlo kerap disebut sebagai salah satu gelandang terbaik pada masanya. Kawan dan lawan tak pelit memberi pujian terhadap dirinya. 

Advertisement

Ferguson jarang memberikan pujian tersirat kepada pemain lawan dengan menugaskan pemain khusus untuk mengawalnya. Namun, Ferguson membuat pengecualian pada 2010 untuk Andrea Pirlo. 

Seperti dilansir Planet Football, menjelang laga kontra AC Milan pada babak 16 besar Liga Champions, Setan Merah memberikan perhatian khusus kepada Andrea Pirlo. Sang pemain dianggap perlu diberi penjagaan khusus karena memiliki kemampuan mendikte permainan. 

Untungnya, Ferguson punya sosok sempurna untuk tugas tersebut, yaitu Park Ji-sung. Dia menginstruksikan Park mengemban misi khusus mencegah Pirlo mengontrol segalanya.   

Taktik tersebut terbukti jenius. Park benar-benar menjadi bayang-bayang Pirlo pertandingan itu. Pemain Korea Selatan itu tak pernah membiarkan Pirlo bebas menguasai bola sedetik pun. Ke manapun Pirlo bergerak, Park Ji-sung mengikutinya. 

Tugas tersebut tidak hanya dilakoni Park dalam satu pertandingan, tapi untuk dua leg. Apa pun yang coba dilakukan Pirlo, Park tampak selalu selangkah lebih maju. 

Gelandang AC Milan tersebut berhasil diredam. Andrea Pirlo gagal memberikan pengaruh pada duel di San Siro maupun Old Trafford. Manchester United berhasil memenangi laga dengan agregat 7-2. 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Bak Tenaga Nuklir

Park Ji-sung bergabung dengan Manchester United pada 2006. Sebelumnya, gelandang asal Korea Selatan ini bermain untuk di Liga Belanda untuk klub PSV Eindhoven. (AFP/Paul Ellis)

"Park jelas tenaga nuklir pertama Korea Selatan dalam sejarah. Dia melesat di lapangan dengan kecepatan elektron," kata Pirlo memuji Park Ji-sung di otobigrafinya. 

"Mereka memprogram dia untuk menghentikan saya. Dedikasinya untuk tugas tersebut benar-benar menyentuh. Meskipun dia pemain terkenal, dia setuju untuk dipakai sebagai anjing penjaga," imbuh Pirlo.

Dua pertandingan tersebut menjadi pertunjukkan Park yang paling dikenang selama berbaju Manchester United. Ia juga banjir pujian, dari kawan maupun rival. 

Meski demikian, dua bulan berselang kariernya di Manchester United berakhir. Park Ji-sung menjadi gelandang yang berkontribusi besar untuk Setan Merah tetapi kerap luput dari sorotan. 

Sumber: Planet Football

Berita Terkait